IHSG Bergerak ke Bawah 5.000 Usai HSC Dikeluarkan, Seluruh Sektor Saham Melemah
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/11/2026), bergerak di zona merah dengan penurunan 60 poin (1,15%) menjadi 4.996. Penurunan dipicu atas pelemahan seluruh sektor saham.
Penurunan tersebut terjadi setelah BEI mengeluarkan seluruh saham high shareholding concentration (HSC) berjumlah lebih dari 82 saham dari perhitungan IHSG BEI mulai hari ini. Penurunan tersebut juga dipicu atas kejatuhan sejumlah saham big cap.
Baca Juga
Prospek Saham Bukit Asam (PTBA) Makin Menarik, Target Rp 3.480 dan Potensi Dividen Rp 242
Pelemahan juga dipicu atas penurunan seluruh sektor saham, seperti industri 2,45%, sektor energi 1,68%, sektor material dasar 1,60%. Penurunan juga meladna saham sektor infrastruktur, teknologi, keuangan, konsumer primer, hingga transportasi.
Meski IHSG bergerak ke bawah 5.000, sejumlah saham berikut berhasil catatkan lompatan harga, seperti MKNT naik 27,27% menjadi Rp 14, POLI naik 24,70% menjadi Rp 1.035, IDPR naik 20,37% menjadi Rp 260, SAFE naik 16,67% menjadi Rp 770, dan AIMS naik 13,46% menjadi Rp 690.
Akhir pekan lalu, IHSG melemah 41,01 poin (0,80%) menjadi 5.057 disertai penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 140,27 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BBRI senilai Rp 206,54 miliar, TLKM senilai Rp 119,48 miliar, dan AMMN mencapai Rp 59,33 miliar.
Baca Juga
Bertolak ke Sulbar, Wapres Gibran Akan Kunker ke Mamuju dan Mamasa
Tekanan IHSG datang dari kejatuhan mayoritas sektor saham. Begitu juga dengan sejumlah saham big cap, seperti BREN, TPIA, BRPT, CUAN. Tekanan juga datang dari saham BRMS, AMMN, MORA, DSSA, BYAN, hingga EMAS.
Penurunan juga datang dari penurunan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar turun 2,84%, sektor energi melemah 0,91%, sektor industry turun 1,49%, sektor konsumer non primer melemah 0,60%, konsumer primer turun 0,41%, prorperti melemah 1,43%, infrastruktur turun 1,96%, sektor teknologi melemah 0,48%, dan sektor transportasi turun 3,13%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor kesehatan 0,76% dan sektor keuangan 0,15%.
Meski IHSG jatuh, tiga saham ini berhasil torehkan lompatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu ALKA naik 25% menjadi Rp 5.525, POLI naik 24,81% menjadi Rp 830, dan KONI naik 24,76% menjadi Rp 1.940. Meski tak ARA, saham ASBI melesat 19,67% menjadi Rp 438 dan NATO naik 17,65% menjadi Rp 1.000.
