IHSG Ditutup Naik 0,79% Usai HSC Dikeluarkan, Saham Sektor Ini Jadi Penopang
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/11/2026), ditutup menguat 39,78 poin (0,79%) menjadi 5.096,83. Rentang pergerakan 4.981-5.125 dengan nilai transaksi Rp 9,63 triliun.
Kenaikan tersebut ditorehkan setelah BEI mengeluarkan sebanyak 81 saham high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan IHSG BEI mulai hari ini. Di antaranya, saham BREN, BYAN, DSSA, CUAN, MORA, dan sejumlah saham lainnya.
Baca Juga
OJK Bertindak Tegas! Denda Pelanggar Pasar Modal Tembus Rp2,52 Triliun, Naik 20 Kali Lipat
Kenaikan indeks ditopang penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar naik 2,12%, sektor energi naik 1,53%, sektor industry naik 0,76%, sektor konsumer primer naik 0,30%, sektor konsumer non primer menguat 0,04%, sektor infrastruktur naik 1,40%, dan sektor keuangan naik 0,39%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan 0,64%, sektor property turun 0,22%, sektor teknologi melemah 0,16%, dan sektor transportasi turun 0,12%.
Penguatan tersebut sejalan dengan lompatan harga sejumlah saham berikut, yaitu saham DFAM naik 33,93% menjadi Rp 75, MKNT naik 27,27% menjadi Rp 14, ROCK naik 24,73% menjadi Rp 2.270, AKPI naik 24,51% menjadi Rp 635, dan BLTA menguat 17,86% menjadi Rp 33.
Akhir pekan lalu, IHSG melemah 41,01 poin (0,80%) menjadi 5.057 disertai penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 140,27 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BBRI senilai Rp 206,54 miliar, TLKM senilai Rp 119,48 miliar, dan AMMN mencapai Rp 59,33 miliar.
Baca Juga
Laba Atribusi Eagle High (BWPT) Melonjak 33,86% hingga September 2026, Berikut Penopangnya
Tekanan IHSG datang dari kejatuhan mayoritas sektor saham. Begitu juga dengan sejumlah saham big cap, seperti BREN, TPIA, BRPT, CUAN. Tekanan juga datang dari saham BRMS, AMMN, MORA, DSSA, BYAN, hingga EMAS.
Penurunan juga datang dari penurunan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar turun 2,84%, sektor energi melemah 0,91%, sektor industry turun 1,49%, sektor konsumer non primer melemah 0,60%, konsumer primer turun 0,41%, prorperti melemah 1,43%, infrastruktur turun 1,96%, sektor teknologi melemah 0,48%, dan sektor transportasi turun 3,13%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor kesehatan 0,76% dan sektor keuangan 0,15%.
Meski IHSG jatuh, tiga saham ini berhasil torehkan lompatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu ALKA naik 25% menjadi Rp 5.525, POLI naik 24,81% menjadi Rp 830, dan KONI naik 24,76% menjadi Rp 1.940. Meski tak ARA, saham ASBI melesat 19,67% menjadi Rp 438 dan NATO naik 17,65% menjadi Rp 1.000.
