IHSG Lanjut Jatuh 0,80%, Sebaliknya Tiga Saham Dipimpin ALKA Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/10/2026), ditutup turun sebanyak 41,01 poin (0,80%) menjadi 5.057. Rentang pergerakan 4.979-5.116 dengan nilai transaksi hanya Rp 10,23 triliun.
Tekanan pergerakan indeks hari ini datang dari kejatuhan mayoritas sektor saham. Begitu juga dengan sejumlah saham big cap, seperti BREN, TPIA, BRPT, CUAN. Tekanan juga datang dari saham BRMS, AMMN, MORA, DSSA, BYAN, hingga EMAS.
Baca Juga
Siap Buka-bukaan soal Ijazahnya di Sidang PTUN, Gibran: Penggugatnya Malah Mundur
Tekanan juga datang dari penurunan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar turun 2,84%, sektor energi melemah 0,91%, sektor industry turun 1,49%, sektor konsumer non primer melemah 0,60%, konsumer primer turun 0,41%, prorperti melemah 1,43%, infrastruktur turun 1,96%, sektor teknologi melemah 0,48%, dan sektor transportasi turun 3,13%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor kesehatan 0,76% dan sektor keuangan 0,15%.
Meski IHSG jatuh, tiga saham ini berhasil torehkan lompatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu ALKA naik 25% menjadi Rp 5.525, POLI naik 24,81% menjadi Rp 830, dan KONI naik 24,76% menjadi Rp 1.940. Meski tak ARA, saham ASBI melesat 19,67% menjadi Rp 438 dan NATO naik 17,65% menjadi Rp 1.000.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 184,25 poin (3,49%) menjadi 5.098 disertai dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1,07 triliun. Net sell saham terbanyak disumbangkan saham BBCA senilai Rp 503,49 miliar, BBRI mencapai Rp 164,50 miliar, dan BMRI mencapai Rp 155,86 miliar.
Baca Juga
Penurunan indeks hari ini dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, khususnya big cap. Di antaranya, saham BBCA ditutup jatuh lebih dari 6,35% ke bawah Rp 5.000, BBRI jatuh 3,77%, BMRI turun 3,13%, AMMN anjlok 4,10%, dan ASII jatuh 6,20. Kejatuhan juga melanda semua saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, BRPT, hingga CUAN.
Pelemahan juga dipengaruhi kejatuhan seluruh sektor saham, sektor energi jatuh 3,29%, sektor material dasar melemah 4,53%, sektor industry turun 4,64%, sektor infrastruktur melemah 4,24%,sektor konsumer non primer turun 2,19%, sektor konsumer primer melemah 2,54%, sektor kesehatan melemah 1,89%, sektor keuangan turun 1,89%, sektor keuangan turun 2,22%, sektor property melemah 2,22%, sektor teknologi jatuh 2,40%, dan sektor transportasi turun 0,70%.
Meski IHSG anjlok parah ke bawah 5.100, saham ALKA masih berhasil melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan penguatan 24,86% menjadi Rp 4.420 dan YPAS naik 24,85% menjadi Rp 1.055. TMAS naik 15,45% menjadi Rp 127, KJEN menguat 12,50% menjadi Rp 126, dan MKNT Menguat 11,11% menjadi Rp 10.
