IHSG Ditutup Anjlok 1,62%, Sebaliknya Saham SKBM dan ALKA Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (6/3/2026), ditutup anjlok sebanyak 124,85 poin (1,62%) menjadi 7.585,69. Rentang pergerakan 7.500-7.714 dengan nilai transaksi Rp 16,28 triliun.
IHSG anjlok sendiri di tengah penguatan sejumlah pasar saham Asia. Adapun penekan utama kejatuhan indeks datang dari penurunan seluruh sektor saham, seperti consumer primer, industry, consumer primer, energi, infrastruktur, dan keuangan.
Baca Juga
Kemenpar Siapkan Mitigasi Dampak Konflik Timur Tengah ke Pariwisata RI
Tekanan indeks makin dalam setelah sejumlah saham big cap ini berguruan, seperti saham FILM, MORA, EMAS, BYAN, PANI, BRPT, PTRO, dan ENRG. Tekanan juga datang dari 4 saham big bank, BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI.
Sebaliknya dua saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham SKBM menguat 24,65% menjadi Rp 885 dan ALKA menguat 24,53% menjadi Rp 660, Lompatan juga melanda saham TPIA sebanyak 17,67% menjadi Rp 6.325, KDTN naik 12,11% menjadi Rp 1.065, dan ICON menguat 10,62% menjadi Rp 125.
Kemarin, IHSG ditutup melambung sebanyak 133,48 poin (1,76%) menjadi 7.710 dengan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 210,01 miliar. Net sell terbanyak melanda saham TLKM Rp 75,75 miliar, BBRI mencapai Rp 62,90 miliar, dan BBNI sebanyak Rp 50,81 miliar.
Baca Juga
Cetak Laba Rp 10,38 Triliun, Perusahaan Anak BRI Jadi Sumber Pertumbuhan Baru
Kenaikan indeks hari ini ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti consumer primer 3,40%, sektor industry naik 2,80%, dan sektor material dasar naik 2,63%. Sisanya, consumer non primer, keuangan, kesehatan, dan property, cetak kenaikan lebih dari 1%
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat, yaitu sejumlah saham naik hingga auto reject atas (ARA) KOKA menguat 35% menjadi Rp 270, RODA naik 34,55% menjadi Rp 74, LAND naik 34,48% menjadi Rp 78, BIPP naik 34,48%, dan ENZO melesat 33,82% menjadi Rp 91.

