IHSG Ditutup Anjlok 0,37% dan Nilai Transaksi Turun Drastis, Sebaliknya KUAS dan ALKA Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/3/2026), ditutup berbalik melemah sebanyak 27,28 poin (0,37%) menjadi 7.362,12. Rentang pergerakan 7.323-7.436 dengan nilai transaksi tipis Rp 11,69 triliun.
Pelemahan tersebut sejalan dengan penurunan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar, konsumer primer, sektor property, sektor infrastruktur, sektor industry, dan sektor industry.
Baca Juga
BCA (BBCA) Bagi Dividen Lagi Rp 281 per Saham, 72% dari Laba 2025
Meski IHSG ditutup melemah, sejumlah saham berikut masih berhasil catatkan kenaikan harga pesat, seperti saham KUAS naik 29,89% menjadi Rp 113, ALKA menguat 24,57% menjadi Rp 1.090, CSMI naik 20% menjadi Rp 96, KINO menguat 17,06% menjadi Rp 1.235, dan KSIX naik 16,23% menjadi Rp 358.
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 51,51 poin (0,69%) menjadi 7.389 disertai dengan investor asing catat penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 938,66 miliar. Net sell terbanyak melanda saham MEDC senilai Rp 336,49 miliar, BBCA mencapai Rp 261,93 miliar, dan BUMI sebanyak Rp 137,29 miliar.
Baca Juga
Saat Kebijakan Free Float 15% Diterapkan, BSDE justru Borong Saham DUTI Rp 559 Miliar Jadi 99,41%
Penurunan indeks dipicu atas kejatuhan sejumlah sektor saham, seperti sektor energi turun 2,01%, sektor material dasar 2,03%, sektor konsumer primer 0,56%, sektor infrastruktur 0,96%, dan sektor transportasi 0,35%. Sebaliknya sektor teknologi, property, keuangan, dan kesehatan naik.
Sebaliknya saham dengan penguatan paling pesat dipimpin saham emiten Happy Hapsoro, yaitu UANG dengan penguatan 24,93% menjadi Rp 4.310. Disusul NETV naik 24,71% menjadi Rp 106, ALKA naik 24,11% menjadi Rp 875, DEFI menguat 23,60% menjadi Rp 110, dan AGAR naik 22,43% menjadi Rp 262.

