IHSG Dibuka Turun Tipis 0,29 Poin, Sebaliknya Saham ALKA hingga NZIA Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (10/2/2026), dibukan turun tipis 0,29 poin menjadi 8.031. Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan lompatan indeks sebagian besar pasar saham Asia.
Penurunan dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor energi, industry, consumer non primer, dan transportasi. Sebaliknya catatkan kenaikan tipis, seperti property, consumer primer, dan teknologi. Namun dalam beberapa detik kemudia, IHSG berbalik justru melesat.
Baca Juga
Pantau Reformasi Pasar Modal, FTSE Russell Tunda Evaluasi Saham Indonesia Mirip Keputusan MSCI
Beberapa saham juga cibuka catatakan lomptan harga mengesankan, seperti ALKA naik 24,53% ,menjadi Rp 660, IFSH menguat 22,53% menjadi Rp 1.570, dan NZIA menguat 20,97% menjadi Rp 300.
Kemarin, IHSG ditutup melesat 96,61 poin (1,22%) hingga kembali ke atas level 8.031. Penguatan tersebut ditopang kenaikan Sebagian besar saham, khususnya big cap. Di antaranya, EMAS melambung 15,38% ke level tertinggi baru Rp 7.500, DSSA menguat 8,87% menjadi Rp 92.950, dan DCII naik 3,59% menjadi Rp 226.400.
Baca Juga
Adapun sektor saham penopang utama penguatan indeks awal pekan ini Adalah sektor material dasar dengan kenaikan 4,41%, sektor energi menguat 2,92%, sektor consumer primer 2,06%, sektor infrastruktur 1,23%, sektor consumer non primer 1,53%, dan sektor teknologi 0,81%. Sebaliknya zona merah melanda saham sektor kesehatan dan keuangan.
Kenaikan harga saham paling pesat sepanjang hari ini, yaitu empat saham naik hingga auto reject atas (ARA), saham PURI menguat 34,50% menjadi Rp 230, YELO menguat 33,82% menjadi Rp 91, IFSH menguat 24,63% menjadi Rp 1.265, dan LINK melesat sebanyak 24,73% menjadi Rp 2.270. Meski tak ARA, BUVA jusga melesat 22,16% menjadi 1.130

