IHSG Bergerak Fluktuatif hingga Ditutup Turun Tipis 0,08%, Sebaliknya GSMF dan NZIA Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (30/3/2026), bergerak fluktuatif hingga akhirnya ditutup turun 5,39 poin (0,08%) menjadi 7.091. Rentang pergerakan 6.945-7.097 dengan nilai transaksi Rp 13,20 triliun.
Penurunan indeks tersebut sejalan dengan pelemahan hampir seluruh pasar saham Asia, seperti Nikkei, Hang Seng, Kospi, dan Strait Times Singapura. Adapun tekanan utama datang dari penurunan saham sektor keuangan, material dasar, property, dan infrastruktur.
Baca Juga
Kontras dengan Garuda (GIAA), GMFI Catat Lonjakan Pendapatan dan Laba di 2025
Saham utama penekan indeks hari ini datang dari pelemahan saham bank papan atas, seperti BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI. Tekanan juga datang dari pelemahan saham INCO, MORA, HRTA, hingga CMRY. Adapun saham big cap penahan pelemahan indeks datang dari saham DCII, DSSA, MLPT, ITMG, AADI,
Di tengah pelemahan tersebut, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga. Dua saham meleseat hingga auto reject atas (ARA), yaitu GSMF naik 34,44% menjadi Rp 121 dan NZIA meningkat 34,02% menjadi Rp 260.
Meski tak ARA, saham RGAS melambung 29,41% meningkat menjadi Rp 110, AGII naik 17,65% menjadi Rp 3.400, YPAS naik 16,54% menjadi Rp 740, ELPI menguat 15,28% menjadi Rp 2.150, dan PRDA naik 12,40% menjadi Rp 2.720.
Baca Juga
Pekan lalu, IHSG mengalami penurunan tipis sebanyak 9,78 poin (0,14%) menjadi 7.097 sepanjang pekan ini. Nilai kapitalisasi pasar (market cap) BEI juga turun Rp 30 triliun menjadi Rp 12.516 triliun.
BEI dalam statistik mingguannya menyebutkan bahwa rentang pergerakan indeks pekan ini 7.097-7.323. IHSG sempat mengalami lompatan lebih dari 1,8% pada transaksi hari pertama setelah libur panjang lebaran, namun transaksi saham Kamis dan Jumat berbalik turun.
Tekanan indeks pekan ini dipicu atas kejatuhan sejumlah saham big cap, seperti BBNI melorot 11,16%, EMAS turun 10,53%, BREN melemah 4,74%, BBRI melemah 1,72%, dan DCII turun 4,16%.

