IHSG Sesi I Melemah 0,38%, Sebaliknya RGAS dan GSMF Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (30/3/2026), ditutup hanya turun sebanyak 26,66 poin (0,38%) menjadi 7.070, dibandingkan dengan intraday sempat anjlok lebih dari 120 poin ke bawah 7.000 ikut kejatuhan pasar saham Asia.
Pergerakan indeks dalam rentang 6.945-7.097 dengan nilai transaksi lebih dari Rp 7,51 triliun. Pelemahan tersebut sejalan dengan penurunan mayoritas sektor saham, seperti keuangan, property, material dasar, consumer non primer, dan consumer primer.
Baca Juga
Di tengah pelemahan tersebut, sejumlah saham berikut justru catatkan lompatan harga, seperti RGAS naik 30,59% menjadi Rp 111, GSMF menguat 30% menjadi Rp 117, NZIA menguat 19,59% menjadi Rp 232,zyrx naik 16,55% menjadi Rp 162, dan BAIK melesat 16% menjadi Rp 348.
Pekan lalu, IHSG mengalami penurunan tipis sebanyak 9,78 poin (0,14%) menjadi 7.097 sepanjang pekan ini. Nilai kapitalisasi pasar (market cap) BEI juga turun Rp 30 triliun menjadi Rp 12.516 triliun.
BEI dalam statistik mingguannya menyebutkan bahwa rentang pergerakan indeks pekan ini 7.097-7.323. IHSG sempat mengalami lompatan lebih dari 1,8% pada transaksi hari pertama setelah libur panjang lebaran, namun transaksi saham Kamis dan Jumat berbalik turun.
Baca Juga
PHE ONWJ Tuntaskan Fase Kritis Proyek OO-OX, Siap Tambah Produksi 3.000 BOPD
Tekanan indeks pekan ini dipicu atas kejatuhan sejumlah saham big cap, seperti BBNI melorot 11,16%, EMAS turun 10,53%, BREN melemah 4,74%, BBRI melemah 1,72%, dan DCII turun 4,16%.
Sedangkan dari sisi sectoral, penurunan indeks pekan ini dipicu atas kejatuhan saham sektor material dasar 2,84%, keuangan 0,50%, teknologi 0,86%, kesehatan 0,77%. Sebaliknya kenaikan paling pesat dicatatkan saham sektor transportasi dan energi.

