IHSG Ditutup Melemah 0,94%, Empat Saham Dipimpin NZIA Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (27/3/2026), ditutup melemah sebanyak 67,03 poin (0,94%) menjadi 7.079,06. Sebaliknya empat saham dipimpin NZIA melesat hingga auto reject atas (ARA).
IHSG sepanjang hari bergerak dalam kisaran 7.070-7.164 dengan nilai transaksi Rp 10,40 triliun. Pelemahan tersebut sejalan dengan penurunan sejumlah pasar saham Asia.
Baca Juga
Bahlil: Pengenaan Bea Keluar Batubara Harus Hati-hati, Aturan Masih Dikaji
Secara sectoral, pelemahan IHSG dipengaruhi pelemahan beberapa sektor saham, seperti sektor industry turun 1,27%, sektor infrastruktur 1,29%, sektor teknologi 0,97%, sektor keuangan 0,56%, sektor material dasar melemah 0,42%, dan sektor konsumer primer 0,33%. Sebaliknya kenaikan tipis melanda saham sektor energi, kesehatan, dan konsumer non primer.
Meski IHSG melemah, saham ini cetak lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham NZIA melambung 34,72% menjadi Rp 194, SOHO naik 24,92% menjadi Rp 2.030, CBPE naik 24,65% menjadi Rp 354, dan FMII naik 24,32% menjadi Rp 276. Meski tak ARA, saham NETV naik 19,48% menjadi Rp 92 dan JAYA anik 16,67% menjadi Rp 133.
Baca Juga
Laba Cisadane Sawit (CSRA) Naik 27,7% di 2025, Ini Penopangnya
Kemarin, IHSG ditutup anjlok ditutup turun dalam sebanyak 138,03 poin (1,89%) menjadi 7.164,09 dengan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham Rp 20,71 triliun setelah adanya crossing saham FAPA bernilai Rp 18,76 triliun melalui pasar negosiasi atau crossing saham.
Penurunan kemarin sejalan pelemahan mayoritas pasar saham Asia. Penurunan dipicu atas kejatuhan hampir seluruh sektor saham dengan pelemahan lebih dari 2% dicatatkan saham sektor energi, material dasar, industry, konsumer primer. Sebaliknya kenaikan hanya melanda saham sektor transportasi.
Meski IHSG anjlok, beberapa saham berikut catatkan lompatan harga signifikan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham AYLS sebanyak 34,55% menjadi Rp 222, TALF melambung 25% menjadi Rp 750, SSTM naik 24,80% menjadi Rp 780, dan SOTS naik 24,57% menjadi Rp 1.090.

