IHSG Sesi I Kembali Jatuh 1,25%, Sebaliknya Saham ALKA dan MSIN
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (2/4/2026), ditutup jatuh sebanyak 89,91 poin (1,25%) menjadi 7.094,53. Rentang pergerakan 7.079-7.184 dengan nilai transaksi Rp 6,61 triliun.
Penurunan tajam indeks ini sejalan dengan pelemahan mayoritas saham Asia, seperti Nikkei, Kospi, hingga Hang Seng. Kejatuhan indeks ini juga dipicu atas penurunan saham big cap, seperti DCII, BREN, MORA, TPIA, AMMN, dan BYAN.
Baca Juga
Saham MNC Digital (MSIN) ARA Saat IHSG Anjlok, Labanya Ternyata Melonjak 140%
Pelemahan juga dipicu atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 2,87%, sektor infrastruktur 2,88%, sektor industry 2,09%, sektor teknologi 1,7%, dan sektor energi 1,06%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor consumer primer dan sektor consumer non primer.
Di tengah penurunan indeks tersebut, kedua saham berikut justru catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti ALKA naik 24,83% menjadi Rp 905 dan MSIN naik 24,63% menjadi Rp 835. Kenaikan juga melanda saham YPAS menguat 22,94% menjadi Rp 1.420, MSKY menguat 21,33% menjadi Rp 91, dan BATR naik 18,60% menjadi Rp 102.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 136,22 poin (1,93%) menjadi 7.184,44. Sebaliknya investor asing juga mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 165,50 miliar. Terbanyak melanda saham BMRI senilai Rp 374,03 miliar, BBRI mencapai Rp 318,21 miliar, dan BBNI Rp 135,12 miliar.
Baca Juga
Astra Komponen Indonesia Luncurkan 6 Alat Kesehatan Digital, Dorong Kemandirian Industri Nasional
Terkait penguatan indeks hari ini ditopang lompatan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor industry melesat 6,11%, consumer primer 5,22%, material dasar 3,55%, sektor infrastruktur 3,01%, dan energi 2,11%. Adapun satu-satunya saham yang melemah 0,20%.
Kenaikan juga didukung lompatan harga sejumlah saham big cap, seperti BREN, MORA, CBDK, EMAS, PANI, HRTA. Kenaikan juga didukung AMMN, ANTM, MDKA, hingga DSSA.
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat, yaitu saham CHEM dengan kenaikan sebanyak 27,93% menjadi Rp 142, ALKA naik 25% menjadi Rp 725, KOCI melesat 24,76% menjadi Rp 131, BULL menguat 24,70% menjadi Rp 414, dan YPAS menguat 24,86% menjadi Rp 1.155.
