IHSG Terjun Lebih dari 3% Sejam Jelang Penutupan, Saham Konglo Berguguran
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/10/2026), anjlok sebanyak 160 poin (3,03%) menjadi 5.210. Penurunan mendadak tersebut terjadi sejam jelang penutupan.
Penurunan tersebut dipicu atas berbalik anjloknya sejumlah saham big cap, seperti BREN, BYAN, BBRI, BMRI, BBNI, hingga BBCA. Penurunan juga dipicu atas pelemahan seluruh saham konglomerasi, seperti emiten Prajogo Pangestu, seperti TPIA, BRPT, CUAN, hingga CDIA. Begitu juga dengan saham yang teraffiliasi dengan Haji Isam alami kejatuhan, seperti TEBE, JARR, PGUN, PACK, ASLI, hingga FAST.
Baca Juga
Terungkap! 558 Anak Cucu Usaha BUMN Boncos Rp 20 Triliun Tiap Tahun karena Ini
Penurunan juga dipicu atas pelemahan seluruh sektor saham, seperti sektor energi turun 3,57%, sektor material dasar 3,61%, infrastruktur anjlok 3,45%, keuangan 1,67%, dan sektor lainnya dengan penurunan lebih dari 1%.
Kemarin, IHSG ditutup jatuh sebanyak 66,17 poin (1,22%) menjadi 5.373 dengan investor asing melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,85 triliun. Terbanyak disumbangkan saham BMRI senilai Rp 400,03 miliar, TLKM sebanyak Rp 329,39 miliar, dan BBCA mencapai Rp 235,53 miliar.
Baca Juga
Allianz Indonesia Raih The Most Recommended Brands 2026 di Indonesia dari YouGov Asia-Pacific
Penurunan tersebut juga sejalan dengan kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor energi turun 2,36%, sektor material dasar jatuh 1,57%, sektor industry melemah 1,87%, sektor konsumer non primer turun 1,01%, sektor konsumer primer jatuh 1,53%, sektor infrastruktur melemah 2,47%, sektor teknologi melemah 2,06%, dan sektor lainnya.
Meski IHSG jatuh, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga, yaitu saham KREN naik 26,67% menjadi Rp 19, ANDI naik 25% menjadi Rp 35, TMPO naik 19,62% menjadi Rp 189, BTEK naik 18,18% menjadi Rp 13, MKNT naik 16,67% menjadi Rp 7, dan SEMA naik 14,97% menjadi Rp 430.
