Sejam Jelang Penutupan, IHSG Anjlok 2,40%, Big Cap Berguguran
JAKARTA, investortrust.id – Kejatuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sejam menjelang penutupan, Kamis (19/6/2025), turun makin parah. Pelemahan telah mencapai 170 poin (2,40%) menjadi 6.940. Rentang pegerakan 6.935-7.115 dengan nilai transaksi hampir Rp 10 triliun.
Dengan penurunan tersebut, IHSG kembali lagi ke level di bawah 7.000 atau level terendah baru dalam sebulan terakhir. Level tersebut hampir saham dengan rentang pergerakan pada 14 Mei 2025 dalam kisaran 6.987-6.979.
Baca Juga
Kejatuhan tersebut sejalan dengan penurunan mayoritas saham big cap, seperti saham emiten Prajogo Pangestu TPIA, BREN, dan CUAN turun parah. Begitu juga dengan saham bank besar, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Penurunan lainnya datang dari saham Hapsoro RAJA dan RATU.
Sebaliknya saham emiten emas seperti AMMN dan ARCI masih berhasil bergerak di zona hijau. Begitu juga dengan saham BYAN masih bertahan di zona hijau. Sedangkan kenaikan tertinggi dibukan saham FUFI dan LABA lebih dari 20%.
Baca Juga
Terbuka Peluang IHSG kembali Jatuh ke Bawah 7.000, Simak 12 Saham Rekomendasi Mirae Asset
Penurunan tersebut sejalan dengan penurunan hampir seluruh indeks bursa saham Asia, seperti Nikkei, Hang Seng, Strait Times. Semalam bursa saham Wall Street ditutup anjlok setelah Presiden Trump mengancam akan ikut mengekspansi Iran, jika tidak bersedia menghentikan perang dengan Israel.

