IHSG Ditutup Turun Signifikan 3,54% ke 6.094, Saham Konglo Ditutup Terjun Parah
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (21/5/2026), ditutup anjlok signifikan mencapai 223,56 poin (3,54%) ke bawah 6.100, tepatnya 6.094. Dengan demikian pelemahan IHSG telah mencapai 11% dalam lima hari terakhir.
Tekanan terhadap indeks dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar 6,53%, sektor energi 6,91%, sektor konsumer primer 6,05%, industry 5,37%, sektor infrastruktur 5,58%, dan sektor transportasi 4,92%.
Baca Juga
Usai Saham TPIA Catat ARB dalam Lima Hari Beruntun, Manajemen BRPT Buka Suara
Hampir seluruh saham mencatat penurunan tajam hari ini, khususnya saham-saham emiten konglomerasi. Penurunan paling tajam melanda saham konglomerasi Prajogo Pangestu dipimin ARB saham TPIA, saham emiten Sinarmas, emiten Boy Thohir, emiten Happy Hapsoro, hingga konglomerasi lainnya.
Meski IHSG ditutup anjlok, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan pesat, seperti saham BOBA naik 24,41% menjadi Rp 316, ENAK naik 23,85% menjadi Rp 322, APLI menguat 15,25% menjadi Rp 272, KOBX naik 12,82% menjadi Rp 176, dan ALKA menguat 12,50% menjadi Rp 486.
Kemarin, ditutup anjlok sebanyak 52,18 poin (0,82%) menjadi 6.318 dengan investor asing merealisasikan pembelian bersih saham senilai Rp 249,17 miliar di seluruh pasar. Net buy terbanyak melanda saham VKTR senilai Rp 262,35 miliar, BUMI mencapai Rp 223,43 miliar, dan BMRI senilai Rp 217,73 miliar.
Baca Juga
Adapun pelemahan kemarin sejalan dengan kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar anjlok 4,67%, sektor transportasi 4,22%, sektor energi 2,65%, consumer primer 2,06%, dan sektor teknologi 1,38%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor keuangan dan infrastruktur.
Adapun saham penekan utama indeks hari ini datang dari kejatuhan saham big cap miliki Prajogo Pangestu, seperti TPIA anjlok 14,74%, BREN turun 7,62%, BRPT turun 10,18%, DSSA jatuh 5,33%, CUAN jatuh 9,23%, dan AMMN melorot 6,31%.
Sebaliknya sejumlah saham ini catatkan kenaikan harga pesat, yaitu saham LCKM naik 29,33% menjadi Rp 194, APIC naik 24,81% menjadi Rp 1.610, INTD naik 24,35% menjadi Rp 286, MORA naik 19,75% menjadi Rp 7.125, dan ZONE naik 18,82% menjadi Rp 404.

