IHSG Diprediksi Lanjutkan Bearish, Tiga Saham Dipimpin INCO Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/10/2026), diprediksi cenderung bearish dengan rentang pergerakan 4.950-5.100. Tiga saham INCO, AADI, dan BUKA direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa perhatian tertuju pada reformasi lanjutan BEI, termasuk rencana mengeluarkan 80 saham kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG. Saham-saham tersebut memiliki bobot sekitar 18% terhadap indeks.
Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan transparansi dan kredibilitas indeks, tetapi bukan delisting. Pasar masih menantikan kejelasan implementasi serta bukti perbaikan yang dapat meredakan kekhawatiran MSCI dan risiko capital outflow. “Secara teknikal, IHSG masih dalam tekanan bearish setelah breakdown dari neckline 6.000. MACD berada di area negatif dengan momentum bearish yang menguat. Support Fibonacci berada di 4.953, disusul 4.757. Jika area pertama ditembus, risiko pelemahan lanjutan terbuka,” tulisnya.
Baca Juga
Serangan Houthi Ancam Pasokan Global, Minyak Brent Bertahan di Atas US$109
Laju indeks juga akan dipengaruhi pergerakan saham Wall Street setelah Dow Jones melemah tipis 0,070%. Sebaliknya penguatan pesat melanda Nasdaq 1,11% dan S&P500 sebanyak 0,41%. Harga minyak tunjukkan penurunan tipis.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham INCO dengan target harga Rp 3.580-4.000, AADI dengan target harga Rp 10,428-10.810, dan BUKA dengan target harga Rp 104-108.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 188,49 poin (3,64%) menjadi 4.996,61. Pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1,72 triliun dipimpin saham BBRI senilai Rp 1,08 triliun dan BBRI dengan penjualan bersih Rp 986,87 miliar.
Baca Juga
BEI Perjelas Afiliasi Pemegang Saham, Keluarkan Saham HSC dari IHSG
Penurunan tersebut sejalan dengan kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar turun 4,57%, sektor konsumer non primer turun 3,88%, sektor energi turun 2,95%, sektor industry melemah 2,97%, sektor konsumer primer melemah 4,09%, konsumer non primer turun 3,88%, infrastruktur jatuh 4,45%,kesehatan melemah 3,64%, property turun 2,75%, teknologi melemah 2,46%, keuangan melemah 2,18%, dan transportasi melemah 2,91%.
Meski anjlok sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga, yaitu saham TMPO naik 28,03% menjadi Rp 169, TIFA menguat 25% menjadi Rp 360, PNSE menguat 25% menjadi Rp 480, TRUK naik 24,84% menjadi Rp 4.020, BSIM naik 24,83% menjadi Rp 930, BIKE menguat 22,62% menjadi Rp 5.150, dan BSWD naik 20% menjadi Rp 6.750.
