IHSG Diprediksi Bergerak Bearish Menuju 6.400, Tiga Saham Dipimpin HRTA Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (24/9/2026), diprediksi bergerak bearish dalam rentang 6.300-6.400. Sedangkan tiga saham pilihan HRTA, VKTR, dan PGEO direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa laju IHSG akan dipengaruhi perkembangan geopolitik global, khususnya pertemuan Donald Trump–Xi pada 23–25 September serta komunikasi AS–Iran di sela UNGA. Perkembangan diplomasi tersebut mulai menurunkan geopolitical premium minyak, sementara pemulihan jalur ekspor Saudi juga membantu meredakan kekhawatiran pasokan.
Secara teknikal, kenaikan IHSG kemarin masih kategorikan sebagai technical rebound karena IHSG memantul dari support penting 6.220–6.390, sementara MACD masih menunjukkan bearish momentum. “Investor perlu mencermati reaksi harga di area support tersebut, breakout 6.450 membuka ruang menuju 6.585 untuk menutup gap dan selanjutnya 6.705. Sedangkan pelemahan kembali di bawah 6.220 berisiko membatalkan skenario rebound,” tulisnya.
Baca Juga
Yield Obligasi AS 10-Tahun Tembus 5,1%, Tertinggi dalam 19 Tahun
Laju IHSG juga akan diepngaruhi penurunan dalam pasar saham Wall Street setelah Dow Jones jatuh 0,68%. Penurunan juga melanda S&P500 sebanyak 0,75% dan Nasdaq mencapai 1,13%.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham HRTA dengan target harga Rp 2.360-2.475, VKTR dengan target harga Rp 855-915, dan PGEO dengan target harga Rp 1.070-1.090.
Kemarin, IHSG ditutup melesat 97,87 poin (1,56%) menjadi 6.374 setelah BI Rate dipertahankan level 5,75. Sebaliknya pemodal asing kembali melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 461,34 miliar, terbanyak saham BBRI senilai Rp 187,64 miliar, BMRI mencapai Rp 128,73 miliar, dan TLKM mencapai Rp 124,67 miliar.
Baca Juga
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Percepat Pendidikan Gratis, Rencana Kuliah Bebas Biaya Dimatangkan
Secara sectoral terjadi penguatan seluruh saham, yaitu sektor material dasar naik 3,47%, sektor energi 2,59%, sektor konsumer primer naik 2,49%, sektor property naik 1,99%, sektor infrastruktur naik 1,26%, sektor transportasi naik 1,02%, sektor keuangan 0,56%, sektor konsumer non primer 0,62%, sektor teknologi 0,55%, dan sektor kesehatan 0,01%.
Sejalan dengan kenaikan tersebut, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga signifikan, yaitu saham MPXL naik 34,15% menjadi Rp 220, FORU naik 34,09% menjadi Rp 236, dan UNSP melesat 24,27% menjadi Rp 256. Kenaikan pesat juga melanda saham DEWI sebanyak 22,16% menjadi Rp 226 dan PTSN menguat 18,18% menjadi Rp 442.
