IHSG Diprediksi Lanjutkan Bearish, Dua Saham Ini Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (28/11/2024), diprediksi tetap lanjutkan pergerakan bearish. Terbuka potensi penurunan lanjutan ke area support 7.140.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta hari ini menyebutkan bahwa rebound IHSG mulai tertahan resisten MA20 level 7.310 dan trend bearish masih berlanjut. Pemodal disarankan mewaspadai penurunan lebih dalam, jika indeks turun di bawah support 7.140.
Baca Juga
Tetapkan Harga Pelaksanaan Rp 4.590, Adaro Andalan (AADI) Raih Pernyataan Efektif IPO Saham
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi penurunan bursa saham Wall Street setelah capai rekor tertinggi. Dow Jones terkoreksi 0,31%. Begitu juga dengan S&P500 turun 0,38% dan Nasdaq melemah 0,60%.
Meski masih bearish, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham MAPA dengan target harga Rp 1.090-1.175 dan WIFI dengan target harga Rp 462-530. Sebaliknya jual saham ANTM dan MDKA.
IHSG pada perdagangan Selasa (26/11/2024) atau sebelum pilkada serentak ditutup anjlok sebanyak 68,22 poin (0,93%) menjadi 7.245,89. Pemodal asing lagi-lagi mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 594,12 miliar, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 307,18 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 183,61 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 183,29 miliar.
Baca Juga
Koreksi ini dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi 1,07%, sektor keuangan 0,93%, sektor teknologi 0,74%, sektor consumer primer 0,57%, sektor consumer non primer 0,58%, dan sektor infrastruktur 0,25%. Satu-satunya sektor saham yang berhasil naik sektor property 0,74%.
Meski IHSG anjlok, dua saham ini torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA) saham PT Voksel Electric Tbk (VOKS) melesat 34,36% menjadi 262 dan PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) naik 24,84% menjadi Rp 1.910.
Grafik IHSG Sebulan

