NexAI (MGLV) Tambah Modal Dua Anak Usaha hingga Raih Fasilitas Pinjaman Rp 10,07 Triliun untuk Data Center
JAKARTA, investortrust.id – PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) melakukan penambahan modal kepada dua anak usahanya, PT Nextier Askara Cente (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC), dengan total Rp 98 miliar.
Penambahan modal tersebut dilakukan berdasarkan keputusan pada 17 September 2026. Masing-masing NAC dan NGC memperoleh tambahan modal sebanyak 49.000 saham atau senilai Rp49 miliar.
NAC dan NGC merupakan perusahaan terkendali MGLV dengan kepemilikan masing-masing sebesar 99,9% saham. Penambahan modal tersebut setara dengan 99% dari modal disetor perusahaan terkendali.
Baca Juga
NexAI (MGLV) Gelar Rights Issue Target Dana Rp 2,53 Triliun, Penggunaan Dana untuk Data Center
MGLV menyatakan penyertaan modal tersebut bertujuan mendukung kebutuhan pengembangan dan peningkatan skala usaha NAC dan NGC menjadi skala besar sesuai dengan kebutuhan kegiatan usaha dan rencana pengembangannya.
Penambahan modal juga diperlukan untuk mendukung pemenuhan persyaratan administrasi dan perizinan usaha, serta penyesuaian data dan dokumen terkait master list yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan usaha anak perusahaan.
MGLV Dapat Fasilitas Pinjaman BNI
NexAI Digital melalui anak usahanya telah meraih fasilitas pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Fasilitas pinjaman BNI kepada NAC mencapai Rp 4,12 triliun dengan jangka waktu enam bulan. Sementara itu, fasilitas pinjaman BNI kepada NGC mencapai Rp 6,62 triliun dengan jangka waktu tujuh bulan sejak penandatanganan fasilitas perjanjian.
Atas fasilitas tersebut, MGLV juga memberikan jaminan perusahaan atau corporate guarantee kepada BNI selaku agen jaminan dalam perjanjian fasilitas NAC dan perjanjian fasilitas NGC. Jaminan tersebut diberikan untuk menjamin pembayaran oleh masing-masing NAC dan NGC terkait dengan fasilitas pinjaman yang diperoleh dari BNI.
Baca Juga
NexAI Digital (MGLV) Siapkan Rights Issue Jumbo, Kembangkan Bisnis Data Center
Pemberian fasilitas pinjaman BNI kepada NAC antara lain digunakan untuk membiayai sebagian biaya pengambilalihan fasilitas data center yang berlokasi di kawasan industri Jababeka, Cikarang, Bekasi. Fasilitas ini juga digunakan untuk membiayai sebagian biaya proyek, termasuk belanja modal untuk pengembangan penambahan kapasitas JababekaDC sebesar 36 MW.
Dengan penambahan kapasitas tersebut, total kapasitas JababekaDC ditargetkan menjadi 42 MW. Fasilitas pinjaman NAC juga digunakan untuk membiayai sebagian bunga selama masa konstruksi terkait penambahan kapasitas tersebut.
Sementara itu, fasilitas pinjaman BNI kepada NGC antara lain digunakan untuk membiayai sebagian biaya pembangunan BatangDC hingga mencapai kapasitas 60 MW. Fasilitas tersebut juga mencakup biaya dan pengeluaran terkait fasilitas pinjaman NGC serta pembiayaan sebagian bunga selama masa konstruksi.
