Rights Issue Nexai (MGLV) Raih Pernyataan Efektif, Simak Jadwal Pelaksanaan Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Nexai Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD I) atau rights issue sebesar Rp8.880 per saham. Perseroan bakal meraup dana maksimal Rp 2,53 triliun melalui penerbitan sebanyak-banyaknya 285,73 juta saham baru.
Berdasarkan prospektus perseroan, rights issue MGLV ini telah memperoleh pernyataan efektif pada 27 Oktober 2026. Saham baru yang ditawarkan memiliki nilai nominal Rp 20 per saham dan mewakili 13,04% dari jumlah saham perseroan setelah pelaksanaan PMHMETD I.
Setiap pemegang 100 saham MGLV yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) pada 6 November 2026 berhak memperoleh 15 hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp8.880 per saham.
Baca Juga
Saham NexAI (MGLV) dan FILM Dikeluarkan dari Daftar HSC, Sebaliknya 13 Saham SHIP hingga MTEL Masuk
HMETD akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2026. Pemegang saham yang ingin memperoleh HMETD harus tercatat sebagai pemegang saham MGLV hingga 6 November 2026. Tanggal cum HMETD di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 4 November 2026, sedangkan tanggal ex HMETD pada 5 November 2026.
Adapun tanggal cum HMETD di pasar tunai ditetapkan pada 6 November 2026 dan tanggal ex HMETD pada 9 November 2026. Distribusi HMETD dijadwalkan pada 9 November 2026, sedangkan distribusi saham hasil pelaksanaan HMETD berlangsung pada 12–25 November 2026.
Dalam aksi korporasi ini, PT Nextier Datamate Center (NDC), pemegang saham utama MGLV dengan kepemilikan 62,71%, menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya. Berdasarkan surat pernyataan tertanggal 20 Oktober 2026, NDC akan mengambil sebanyak 179,175 juta HMETD dengan nilai Rp 1,59 triliun.
Terkait penggunaan dana, MGLV akan menggunakan dana hasil rights issue untuk pengambilalihan piutang, pembayaran kembali pinjaman pemegang saham, penyetoran modal kepada anak usaha, serta modal kerja. Pertama, sekitar Rp668,607 miliar akan digunakan untuk mengambil alih piutang NDC kepada PT Nexa Asia Cipta (NAC) sebesar Rp 668,447 miliar dan PT Nexa Global Cipta (NGC) sebesar Rp 160 juta.
Baca Juga
Perjanjian pengalihan piutang akan ditandatangani setelah PMHMETD I memperoleh pernyataan efektif, paling lambat 31 Desember 2026. Setelah pengalihan berlaku efektif, MGLV akan menggantikan posisi NDC sebagai kreditur NAC dan NGC dengan syarat dan ketentuan piutang yang sama.
Kedua, sekitar Rp 900 miliar dialokasikan untuk membayar kembali sebagian pokok pinjaman MGLV kepada NDC berdasarkan perjanjian pinjaman pemegang saham pada 8 Juli 2026. Pinjaman tersebut sebelumnya digunakan untuk pendanaan setoran modal kepada NAC dan NGC, pembayaran kontraktor dan pemasok melalui pinjaman perseroan kepada kedua entitas tersebut, serta modal kerja MGLV. Pembayaran kembali pinjaman ditujukan untuk mengurangi beban bunga dan memperbaiki struktur permodalan perseroan.
Ketiga, sekitar Rp 800 miliar akan digunakan untuk penyetoran modal kepada anak usaha guna mendukung pengembangan fasilitas pusat data atau data center. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp500 miliar dialokasikan kepada NGC untuk pembangunan fasilitas data center berkapasitas 60 megawatt (MW) di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah. Dana tersebut akan digunakan untuk pembayaran kembali pinjaman NGC kepada NDC sebesar Rp 189,11 miliar serta belanja modal sebesar Rp310,89 miliar.
Baca Juga
Bahlil Tak Ragu Tahan Ekspor Listrik, Kebutuhan Dalam Negeri dan 'Data Center' 20 GW Jadi Prioritas
Sementara itu, sekitar Rp 300 miliar akan disetorkan kepada NAC untuk pengembangan fasilitas data center di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, termasuk prasarana, mesin, dan peralatan guna menambah kapasitas sebesar 36 MW. Dana untuk NAC merupakan belanja modal baru untuk membayar tahapan berikutnya berdasarkan kontrak EPCC dengan PT CSCEC International Indonesia dan tidak digunakan untuk pembayaran kembali pinjaman kepada NDC.
Penyetoran modal kepada NGC dan NAC akan dilakukan secara bertahap mulai kuartal IV-2026 hingga kuartal II-2027, menyesuaikan jadwal pembangunan dan termin pembayaran kontrak. Adapun sisa dana rights issue akan digunakan untuk modal kerja, termasuk pembayaran gaji dan tunjangan karyawan, jasa profesional seperti konsultan pajak, audit dan konsultan teknologi informasi, pajak, serta biaya keuangan. Penggunaan dana modal kerja tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga kuartal IV-2028.
