NexAI (MGLV) Gelar Rights Issue Target Dana Rp 2,53 Triliun, Penggunaan Dana untuk Data Center
JAKARTA, investortrust.id – PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) membidikan dana senilai Rp 2,53 triliun dari penawaran umum terbatas kepada pemegang saham dalam rangka Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Perseroan akan menerbitkan sebanyak 285,73 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp 8.880.
Manajemen perusahaan yang teraffiliasi dengan Garibaldi Thohir ini (MGLV) dalam keterangan resminya menyebutkan bahwa jumlah saham yang diterbitkan setara dengan 13,04% dari jumlah saham perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD I. Setiap pemegang 100 saham dan namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 3 November 2026 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh 15 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru MGLV dengan harga pelaksanaan Rp 8.880 per saham. Dengan jumlah saham yang ditawarkan tersebut, MGLV berpeluang meraup dana sebanyak-banyaknya Rp 2,537 triliun. Adapun periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung pada 5-18 November 2026.
Baca Juga
Jaringan Boy Thohir Masuk MGLV, Data Center dan AI Menjadi Mesin Pertumbuhan Baru
Pemegang saham utama MGLV, PT Nextier Datamate Center (NDC), yang memiliki 65,10% saham berkomitmen untuk melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya.
Berdasarkan surat pernyataan tertanggal 10 September 2026, NDC akan melaksanakan sebanyak 186 juta HMETD dengan nilai sebesar Rp 1,651 triliun.
Terkait penggunaan dana, manajemen MVLV mengungkap, senilai Rp 668,607 miliar akan digunakan untuk mengambil alih piutang NDC kepada PT Nextier Askara Center (NAC) sebesar Rp 668,447 miliar dan piutang NDC kepada PT Nextier GenAi Center (NGC) sebesar Rp 160 juta.
Selanjutnya, sekitar Rp 1,6 triliun akan disalurkan dalam bentuk setoran modal oleh MGLV kepada NAC dan NGC selaku anak perusahaan. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp1 triliun akan digunakan sebagai setoran modal kepada NGC. Dana tersebut selanjutnya digunakan untuk pembangunan fasilitas data center berupa pembayaran cicilan sewa tanah, bangunan dan prasarana, serta mesin dan peralatan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Baca Juga
NGC telah memiliki hak pemanfaatan atas lahan industri seluas 144.582 m². Setelah penyetoran modal, MGLV akan tetap memiliki 99,9% saham NGC. Pada saat prospektus diterbitkan, NGC belum beroperasi secara komersial.
Sementara itu, sekitar Rp 600 miliar akan disalurkan kepada NAC untuk pengembangan fasilitas data center di Jababeka, Cikarang, Jawa Barat. Dana tersebut akan digunakan antara lain untuk pengadaan mesin dan peralatan, termasuk penggantian. Setelah penyetoran modal, MGLV akan tetap memiliki 99,9% saham NAC. Pada saat prospektus diterbitkan, NAC telah beroperasi secara komersial.
Adapun sisa dana hasil PMHMETD I akan digunakan MGLV sebagai modal kerja untuk membiayai kegiatan operasional Perseroan sehari-hari, antara lain biaya gaji dan tunjangan karyawan, jasa profesional seperti konsultan pajak, jasa audit dan konsultan IT, serta biaya pajak.
MGLV merupakan perusahaan yang teraffiliasi dengan Garibaldi “Boy” Thohir setelah perusahaan yang dikendalikannya, PT Trinugraha Thohir dan PT Trinugraha Thohir Harmoni, menjadi pemegang sebesar 2,25% dan 4,86% saham MGLV. Ketertarikan jaringan bisnis Thohir terhadap saham ini didukung atas perubahan focus menjadi mengembangkan high-density data center yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan komputasi awan atau cloud computing serta komputasi AI.
Berdasarkan data perdagangan saham, MGLV telah melesat lebih dari 81% menjadi Rp 15.000 dalam sebulan terakhir. Bahkan, saham emiten yang ditransaksikan di papan akselerasi ini sudah terkena suspense pertama setelah lompatan harga saham yang signifikan tersebut.
