IHSG Sesi I Anjlok 1,70% Dipicu Kejatuhan Seluruh Sektor Saham, Sebaliknya SEMA dan LAPD Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (14/9/2026), ditutup anjlok sebanyak 111,50 poin (1,70%) menjadi 6.429. Rentang pergerakan 6.420-6.543 dengan nilai transaksi Rp 7,74 triliun.
Penurunan dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor energi 3,06%, material dasar 2,88%, infrastruktur 2,63%, consumer primer 2,14%, property 1,32%, teknologi 1,05%, transportasi 1,97%. Penurunan juga melanda keuangan 0,99% dan consumer non primer 0,68%.
Baca Juga
Presiden Trump Setujui 80% Usulan Aturan Etika dalam RUU Kripto AS
Meski indeks melemah, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan pesat seperti SEMA menguat 34,93% menjadi Rp 197, LAPD naik 34,78% menjadi Rp 93, MPIX naik 29,13% menjadi Rp 164, FORU naik 25% menjadi Rp 4.650, dan ALKA menguat 25% menjadi Rp 6.225.
IHSG BEI sepanjang pekan lalu catatkan penurunan sebanyak 1,43%, dipicu atas kejatuhan sejumlah saham big cap berikut. Di antaranya saham BBCA melemah 5,6%, BYAN turun 10,51%, BBRI melemah 3,54%, DSSA melemah 6,78%, BBNI turun 4,82%, dan BRMS melemah 5,59%.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Turun ke Rp 2,602 Juta per Gram
Tekanan IHSG dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor teknologi 3,14%, consumerprimer 3,17%, property 2,62%, keuangan 1,54%, infrastruktur 1,33%, dan consumer primer 1,32%. Adapun sektor saham dengan kenaikan pekan ini adalah industry, kesehatan, material dasar, dan transportasi.
Investor asing juga mencatatkan penjualan (net sell) saham mencapai Rp 3,36 triliun sepanjang pekan ini, berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya dengan torehan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 2,30 triliun. Net sell terbanyak disumbangkan saham BBCA mencapai Rp 1,48 triliun, VICI senilai Rp 1,24 triliun melalui pasar negosiasi, TPIA mencapai Rp 356,30 miliar, CPIN senilai Rp 355,82 miliar, dan ISAT sebanyak Rp 293,61 miliar.
