IHSG Sesi I Anjlok 1,36% Dipicu Kejatuhan Top 10 Market Cap, Sebaliknya Lima Saham Ini Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (30/1/2025), ditutup anjlok sebanyak 97,94 poin (1,36%) menjadi 7.068,57 akibat kejatuhan saham-saham market cap besar. Pergerakan dalam rentang 7.042-7.168 dengan nilai transaksi Rp 5,99 triliun.
Berdasarkan data BEI, saham top 10 market cap anjlok hingga penutupan sesi I, yaitu PT Barit Renewables Energy Tbk (BREN) terjun 3,39% menjadi Rp 9.275, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,60% menjadi Rp 9.200, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun 0,98% menjadi 20.225, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) anjlok 1,91% menjadi Rp 4.110, dan PT Amman Mineral Internasional Tbn (AMMN) anjlok 5,92% menjadi Rp 7.950, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 0,82% menjadi Rp 6.075.
Baca Juga
Penurunan juga dipicu atas pelemahan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebanyak 2,85% menjadi Rp 6.825, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 1,04% menjadi Rp 42.100, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turun 2,23% menjadi Rp 2.630, dan PT Pantai Indah Kapuk Dua TBk (PANI) anjlok 3,93% menjadi Rp 12.125.
Sedangkan penekan utama indeks secara sektor datang dari koreksi saham material dasar 2,64%, sektor infrastruktur 1,41%, sektor property 1,49%, sektor keuangan 0,84%, sektor industry 0,97%, dan sektor energi 0,51%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor consumer non primer, teknologi, dan kesehatan.
Meski IHSG terjerembab, lima saham ini torehkan lompatan harga mengesankan, yaitu saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) naik 28,75% menjadi Rp 103, PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) menguat sebanyak 24,79% menjadi Rp 730, PT Lion Metal Works Tbk (LION) naik 23,48% menjadi Rp 815, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) naik 21,94% menjadi Rp 1.195, dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) naik 20% menjadi Rp 1.680.
Baca Juga
OPEC Tidak Mungkin Menyerah pada Tekanan Trump yang Ingin Harga Minyak Murah
Sebaliknya pelemahan melanda saham PT Golden Flower Tbk (POLU), PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML), PT Remala Abadi Tbk (DATA), PT Singaraja Putra Tbk (SINI), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK).
IHSG akhir pekan lalu ditutup anjlok sebanyak 66,58 poin (0,92%) menjadi 7.166. Pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 568,04 miliar didominasi saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 743,67.
Koreksi tersebut dipicu atas kejatuhan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor infrastruktur 1,43%, teknologi 2,07%, keuangan 0,90%, material dasar 0,77%, sektor energi 0,52%, dan industry 0,56%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor property mencapai 2,24% dan consumer non primer 049%.
Grafik IHSG

