IHSG Sesi I Anjlok 2,27% Dipicu Kejatuhan Mayoritas Sektor, Sebaliknya 4 Saham Ini ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (29/8/2025), ditutup anjlok sebanyak 180,81 poin (2,27%) menjadi 7.771,28. Rentang pergerakan 7.676-7.952 dengan nilai transaksi Rp 11,96 triliun. Penurunan dipicu atas situasi politik setelah insiden meninggalnya pengemudi ojol saat demo semalam.
Penurunan terdalam melada hampir seluruh sektor saham, kecuali saham sektor industri dengan kenaikan 0,13%. Penurunan terbesar melanda saham sektor konsumer primer 4,69%, sektor infrastruktur melemah 3,50%, sektor material dasar melemah 3,47%, sektor energi turun 3,41%, sektor keuangan 2,55%, dan sektor energi 2,77%.
Baca Juga
Penurunan juga melanda saham big cap, seperti saham BREN anjlok 4,84% menjadi Rp 8.850, BBCA turun 1,80% menjadi Rp 8.175, dan TPIA melemah 1,78% menjadi Rp 8.300. Penurunan juga melanda seluruh saham bank BUMN, seperti BBRI, BMRI, BBNI, dan BRIS.
Meski IHSG ditutup anjlok, empat saham berikut masih berhasil catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham
BMAS melesat 25% menjadi Rp 825, DUTI naik 24,85% menjadi 4.270, PGUN naik 24,70% menjadi Rp 3.080, dan KONI naik 24,62% menjadi Rp 2.430. Kenaikan pesat juga melanda saham TMPO 20,69% menjadi Rp 175 dan VOKS melambung 20,63% menjadi Rp 304.
Kemarin, IHSG kemarin yang ditutup naik 15,91 poin (0,20%) menjadi 7.952, bahkan intraday sempat sentuh level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) 8.022. Penguatan indeks kemarin didukung penguatan saham dua big cap, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) sebanyak 6,57% menjadi Rp 342.900 dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik 2,26% menjadi Rp 97.150. Penguatan tersebut juga ditopang kenaikan saham emiten lapis dua dan tiga.
Baca Juga
IHSG Terkapar 2% ke Bawah 7.800, Gejolak Politik dan Demo Jadi Sentimen Negatif
Sejumlah saham yang berhasil catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham GZCO naik 34,53% menjadi Rp 187, ATLA melesat 34% menjadi Rp 67, BSBK menguat 33,80% menjadi Rp 95. Meski tak ARA, saham CPRO melesat 28,30% menjadi Rp 68 dan ADCP melesat 26% menjadi Rp 63.
Lompatan hingga ARA juga melanda saham KONI melesat 25% menjadi Rp 1.950, TEBE naik 25% menjadi Rp 1.750, OBMD naik 25% menjadi Rp 312, PSAB naik 25% menjadi Rp 550, KMTR naik 25% menjadi Rp 360, VOKS melesat 24,75% menjadi Rp 252, PGUN naik 24,75% menjadi Rp 2.470, JARR naik 24,72% menjadi Rp 1.665, dan KETR naik 24,39% menjadi Rp 510.

