IHSG Anjlok 1,98% AKibat Kejatuhan Saham DCII, Sebaliknya Tiga Saham Berikut Catat ARA
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/3/2025), ditutup terjerembab sebanyak 131,79 poin (1,98%) menjadi 6.515. Pelemahan dipicu kejatuhan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII).
Penurunan dalam indeks terjadi setelah saham emiten data center DCII anjlok hingga auto reject bawah (ARB) sebanyak 19,99% dari Rp 226.150 menjadi Rp 180.950. Kejatuhan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham emiten ini anjlok dari Rp 483 triliun menjadi Rp 431 triliun. Peringkatnya juga turun dari 6 menjadi 8 untuk kategori top 10 market cap BEI.
Baca Juga
Resmi Diluncurkan, "Diskon Belanja di Indonesia" Targetkan Transaksi Rp 36 Triliun
Pelemahan saham DCII membuat IHSG saham sektor teknologi melemah 12,71%. Penurunan juga melanda saham sektor property 0,91%, sektor keuangan 0,90%, sektor infrastruktur 0,95%, sektor kesehatan 1,16%, sektor energi 1,04%, sektor material dasar 1,05%, dan sektor consumer non primer 1,13%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor consumer primer.
Saat indeks anjlok, tiga saham ini ditutup melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) naik 34,51% menjadi Rp 152, PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) naik 24,86% menjadi Rp 432, dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) naik 24,50% menjadi Rp 940.
Penguatan juga melanda saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) sebanyak 10,32% menjadi Rp 278 dan PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) naik 10,29% menjadi Rp 386.
Sebaliknya pelemahan paling dalam melanda saham berikut, yaitu saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), dan PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT).
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 17,62 poin (0,26%) menjadi 6.647 dengan investor asing berbalik mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 897,09 miliar. Net sell terbanyak melanda saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 436,68 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 181,15 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 148,24 miliar.
Baca Juga
Summarecon (SMRA) Torehkan Lompatan Laba 79,30%, Nilainya Jadi Segini
Saham DCII torehkan penguatan sebanyak 10% menjadi Rp 226.150 berhasil menahan indeks hingga tak terperosok lebih dalam. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir DCII tercatat sebagai saham utama penopang indeks. Saat ini, market cap saham emiten Data Center ini telah mencapai Rp 538,91 triliun atau mendekati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 582,91 triliun.
Pelemahan IHSG kemarin dipicu atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti sektor keuangan 1,39%, sektor industry 0,77%, sektor infrastruktur 0,54%, sektor transportasi 0,12%, dan material dasar 0,03%. Sebaliknya kenaikan terpesat melanda saham sektor teknologi 5,837 dan sektor consumer non primer 0,42%.
Adapun saham yang torehkan penguatan mengesankan hingga ARA adalah PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) naik 25% menjadi Rp 525 dan saham PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) menguat 24,62% menjadi Rp 2.430.

