IHSG Dibuka Anjlok 1,27% Terseret Kejatuhan Saham DCII
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/3/2025), dibuka anjlok sebanyak 85 poin (1,27%) menjadi 6.562. Penurunan dipicu atas kejatuhan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII).
Berdasarkan data perdagangan BEI, saham DCII dibuka langsung anjlok hingga auto reject bawah (ARB) sebanyak 19,99% dari Rp 226.150 menjadi Rp 180.950. Kejatuhan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham emiten data center ini anjlok dari Rp 483 triliun menjadi Rp 431 triliun. Peringkatnya turun dari 6 menjadi 8 untuk kategori top 10 market cap BEI.
Secara sectoral, pelemahan indeks dipengaruhi keatuhan saham sektor teknologi sebanyak 12,38%, sektor keuangan 0,18%, sektor kesehatan 0,51%, dan sektor property 0,36%. Kenaikan hanya melanda saham sektor material dasar 0,15%.
Baca Juga
Reliance Sekuritas Jagokan 4 Saham Ini, Meski IHSG Diprediksi Cenderung Melemah
Meski indeks anjlok, sejumlah saham berikut torehkan penguatan mengesankan, seperti PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) naik 9,83% menjadi Rp 380, PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) naik 14% menjadi Rp 11.400, dan PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) naik 9% menjadi Rp 72.
Sebaliknya pelemahan paling dalam melanda saham berikut, yaitu saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX), dan PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM).
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 17,62 poin (0,26%) menjadi 6.647 dengan investor asing berbalik mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 897,09 miliar. Net sell terbanyak melanda saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 436,68 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 181,15 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 148,24 miliar.
Saham DCII torehkan penguatan sebanyak 10% menjadi Rp 226.150 berhasil menahan indeks hingga tak terperosok lebih dalam. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir DCII tercatat sebagai saham utama penopang indeks. Saat ini, market cap saham emiten Data Center ini telah mencapai Rp 538,91 triliun atau mendekati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 582,91 triliun.
Baca Juga
Pelemahan IHSG kemarin dipicu atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti sektor keuangan 1,39%, sektor industry 0,77%, sektor infrastruktur 0,54%, sektor transportasi 0,12%, dan material dasar 0,03%. Sebaliknya kenaikan terpesat melanda saham sektor teknologi 5,837 dan sektor consumer non primer 0,42%.
Adapun saham yang torehkan penguatan mengesankan hingga ARA adalah PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) naik 25% menjadi Rp 525 dan saham PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) menguat 24,62% menjadi Rp 2.430.

