Makin Dalam, IHSG Terjun 2% Dipicu Kejatuhan Saham Big Cap hanya Sejam Transaksi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) makin dalam dan menjauh dari target 8.000 hanya sejam setelah dibuka. Hingga pukul 10.00 WIB, penurunan indeks telah lebih dari 160 poin (2%) menjadi 7.790. Penurunan tersebut dipicu kejatuhan mayoritas sektor saham setelah insiden meninggalnya sopir ojek daring di Jakarta semalam saat aksi demo.
Penurunan dalam tersebut berbanding terbalik dengan bursa saham Asia yang cenderung catatkan penguatan, seperti Hang Seng dan Strait Times. Begitu juga dengan bursa saham Wall Street semalam ditutup menguat, bahkan Dow Jones cetak rekor penguatan tertinggi.
Baca Juga
India di Tengah Tekanan Global: Tarif AS, Minyak Rusia, dan Diplomasi China
Penurunan terdalam melanda saham sektor konsumer primer lebih dari 4%, properti lebih dari 3,5%, sektor material dasar 2,93%, sektor teknologi 2,34%, sektor infrastruktur 3,27%, dan sektor energi lebih dari 2%. Sebaliknya penugatan masih melnada saham sektor industri lebih dari 1,18%.
Saham-saham big cap juga berjatuhan, seperit BREN turun 4,30% menjadi Rp 8.900, BBCA anjlok 1,20% menjadi Rp 8.200, DCII melemah tipis 0,03%, TPIA melemah 2,37% menjadi Rp 8.250, BBRI jatuh lebih dari 2% menjadi Rp 4.050, BYAN anjlok 0,82% menjadi Rp 18.100. PANI juga anjlok lebih dari 4% menjadi Rp 14.500.
Meski demikian beberapa saham masih kokoh dengan penguatan mengesankan hingga auto reject atas (ARA) pagi ini, sepeti saham BMAS melesat 25% menjadi Rp 825, PGUN naik 24,70% menjadi Rp 3.080, KONI naik 24,62% menjadi Rp 2.430. Kenaikan juga melanda saham KETR 23,53% menjadi Rp 630 dan GGRP menguat 20,35% menjadi Rp 272.
Baca Juga
Petrosea (PTRO) Teken Pinjaman Rp 2,5 Triliun, Berikut Tujuan Penggunannya
Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan gerak IHSG kemarin yang ditutup naik 15,91 poin (0,20%) menjadi 7.952, bahkan intraday semapt sentuh level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) 8.022. Penguatan indeks kemarin didukung penguatan saham dua big cap, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) sebanyak 6,57% menjadi Rp 342.900 dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik 2,26% menjadi Rp 97.150. Penguatan tersebut juga ditopang kenaikan saham emiten lapis dua dan tiga.
Sejumlah saham yang berhasil catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham GZCO naik 34,53% menjadi Rp 187, ATLA melesat 34% menjadi Rp 67, BSBK menguat 33,80% menjadi Rp 95. Meski tak ARA, saham CPRO melesat 28,30% menjadi Rp 68 dan ADCP melesat 26% menjadi Rp 63.
Lompatan hingga ARA juga melanda saham KONI melesat 25% menjadi Rp 1.950, TEBE naik 25% menjadi Rp 1.750, OBMD naik 25% menjadi Rp 312, PSAB naik 25% menjadi Rp 550, KMTR naik 25% menjadi Rp 360, VOKS melesat 24,75% menjadi Rp 252, PGUN naik 24,75% menjadi Rp 2.470, JARR naik 24,72% menjadi Rp 1.665, dan KETR naik 24,39% menjadi Rp 510.

