Sejam Transaksi, IHSG Sudah Terjun 1,52% Dipicu Koreksi Tajam Seluruh Sektor Saham
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (24/4/2026), kembali babak belur dengan penurunan sebanyak 113 poin (1,52%) menjadi 7.266 hanya dalam satu jam transaksi. Penurunan tajam ini melanjutkan kejatuhan indeks kemarin sebanyak 2,16%.
Penurunan indeks tercatat yang paling dalam di pasar saham Asia. Penurunan tersebut juga sejalan dengan berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS menjadi Rp 17.280.
Baca Juga
Hampir seluruh sektor saham melemah lebih dari 1%, bahkan saham sektor infrastruktur tejungkal lebih dari 2%. Penurunan juga dipicu kejatuhan seluruh saham big cap, seperti perbankan BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Di tengah kejatuhan tersebut, beberapa saham berikut masih berhasil torehkan penguatan yang didominasi saham lapis dua dan tiga, seperti BRNA naik 24,41% menjadi Rp 790. Saham HYGN naik 23,97% menjadi Rp 181 dan HELI naik 21,83% menjadi Rp 240. RODA juga naik 20,25% menjadi Rp 95 dan CMNP naik 13,45% menjadi Rp 1.940.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok parah sebanyak 163 poin (2,16%) menjadi 7.378 disertai dengan investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 978,65 miliar. Net sell terbanyak disumbangkan saham BBRI dan BMRI.
Baca Juga
Saiko Consultancy Akan Akuisisi 41,18% Saham Hassana Boga (NAYZ)
Kejatuhan indeks ini dipicu atas pelemahan seluruh sektor saham, seperti industry, energi, consumer primer, dan consumer non primer. Penurunan dalam juga melanda saham keuangan, teknologi, dan infrastruktur.
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham ini catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham KOBX naik 34,43% menjadi Rp 246 dan MAXI naik 33,96% menjadi Rp 71. ARA juga melanda SKBM naik 25% menjadi Rp 800, WBSA naik 24,88% menjadi Rp 1.330, dan PGLI menguat 24,53% menjadi Rp 264. Meski tak ARA, saham BAIK menguat 20,91% menjadi Rp 665 dan ALII naik 14,44% menjadi Rp 1.030.

