IHSG Sesi I Tergerus 0,75%, Sebaliknya 4 Saham Dipimpin SEMA Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (25/11/2025), ditutup anjlok 64,43 poin (0,75%) menjadi 8.505. Penurunan dipicu atas aksi ambil untung setelah ditutup melesat kemarin.
Penurunan indeks dipengaruhi atas pelemahan sejumlah saham big cap, seperti saham-saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu. Adapun sektor saham penekan, yaitu properti, konsumer non primer, material dasar, infrastruktur, dan teknologi. Sebaliknya saham konsumer primer, teknologi, dan industri menguat.
Baca Juga
Dua Sekuritas Ini Rekomendasikan Beli Saham GOTO Usai Patrick Walujo Mundur, Begini Target Harganya
Saham dengan kenaikan paling pesat hingga auto reject atas (ARA) melanda, saham SEMA naik 34,62% menjadi Rp 140, MEDS melesat 33,85% menjadi Rp 87, BHAT naik 25% menjadi Rp 1.425, dan DEPO melesat 25% menjadi Rp 320. Meski tak ARA, saham DNAR melambung 26,28% menjadi Rp 173, NRCA naik 22,80% menjadi Rp 1.535, dan WEHA menguat 18,69% menjadi Rp 127.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 155,9 poin (1,85%) menuju level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) 8.570,2. Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) jumbo mencapai Rp 3,15 triliun. Net buy terbesar dicatatkan saham BRMS Rp 1,18 triliun, BREN Rp 544,67 miliar, dan BMRI Rp 535,17 miliar.
Lompatan IHSG hari ini didukung penguatan hampir seluruh sektor saham, kecuali saham sektor kesehatan turun tipis 0,10%. Kenaikan tertinggi ditorehkan saham sektor properti 3,94%, sektor infrastruktur 2,36%, konsumer primer naik 2,54%, sektor industri naik 2,25%, sektor energi naik 2,33%, sektor keuangan 1,14%, sektor material dasar 1,05%, dan sektor teknologi 0,86%.
Baca Juga
Pasar Properti Tetap Tangguh, Lippo Karawaci (LPKR) Raup Pra Penjualan Rp 4,02 Triliun
Adapun saham dengan kenaikan terpesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham DOOH menguat 34,57% menjadi Rp 218, DGNS melesat 34,48% menjadi Rp 195, dan BMHS menguat 34,52% menjadi Rp 226.
ARA juga melanda saham INET naik 25% menjadi Rp 675, PKPK naik 25% menjadi Rp 850, saham BOGA naik 25% menjadi Rp 1.050, SOTS naik 24,87% menjadi Rp 24,87% menjadi Rp 482, ARKO naik 24,81% menjadi Rp 3.320, JSPT menguat 24,85% menjadi Rp 4.220, BUKK menguat 24,68% menjadi Rp 2.400, SSTM naik 24,71% menjadi Rp 1.085, dan RISE melesat 19,91% menjadi Rp 14.000.

