IHSG Berpeluang Pullback Hari Ini, Tiga Saham Dipimpin BULL Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (4/9/2026), berpeluang pullback atau turun sementara setelah mendekati level resistance dengan rentang pergerakan 6.550-6.665. Tiga saham BULL, JARR, dan CUAN layak direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, IHSG berpotensi mengalami pullback setelah mendekati area resistance. Support berada bergerak level 6.500-6.550 dan resistance di 6.650–6.799. Selama IHSG mampu bertahan di atas area support tersebut, struktur bullish jangka pendek masih terjaga dan peluang untuk kembali menguji area resistance tetap terbuka.
Baca Juga
Perkuat Bisnis, Avrist Group Integrasikan 4 Entitas Lewas Strategi Ini
Pergerakan indeks juga akan datang dari katalis selanjutnya, yaitu kenaikan harga komoditas, terutama Brent di atas US$ 94/barel dan CPO sekitar MYR 4.950/ton, yang berpotensi menopang saham sektor energi dan CPO. Di sisi global, pasar juga menanti NFP dan unemployment rate AS pada 4 September, sebagai indikator penting bagi arah kebijakan The Fed dan pergerakan yield US Treasury.
Laju indeks juga akan dipengaruhi pasar saham AS yang ditutup berbalik rebound semalam. Dow Jones menguat 0,56%. Penguatan juga melanda S&P500 sebanyak 0,46% dan Nasdaq mencapai 0,45%.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BULL dengan target harga Rp 496-515, JARR dengan target harga Rp 3.480-3.600, dan CUAN dengan target harga Rp 940-985.
Baca Juga
Jelang Rapat FOMC, Pejabat Fed Christopher Waller Kirim Sinyal ‘Dovish’
Kemarin, IHSG ditutup menguat pesat 72,11 poin (1,09%) menjadi 6.667 disertai dengan investor asing catatkan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 1,06 triliun, terbanyak BMRI senilai Rp 471,38 miliar dan BBCA mencapai Rp 207,10 miliar.
Kenaikan indeks ditopang penguatan mayoritas sektor saham, seperti industri 1,89%, material dasar 1,47%, energi 1,36%, sektor konsumer non primer 1,62%, transportasi 2,45%, properti 1,40%, infrastruktur 0,85%, dan keuangan 0,81%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi dan kesehatan.
Lompatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu melanda VRNA naik 22,78% menjadi Rp 99, saham TRUK sebanyak 25% menjadi Rp 1.075, UANG naik 24,90% menjadi Rp 3.210, NICK naik 24,81% menjadi Rp 2.440, dan FORU menguat 24,81% menjadi Rp 3.220. Kenaikan juga melanda saham GRPH sebanyak 23,96% menjadi Rp 119 dan HOPE naik 22,12% menjadi Rp 276.
