IHSG Ditutup Melemah 0,37%, Sebaliknya Lima Saham Dipimpin PICO Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/8/2026), ditutup turun 24,02 poin (0,37%) menjadi 6.501. Rentan gpergerakan 6.474-6.551 dengan nilai transaksi Rp 12,81 triliun.
Penurunan indeks dipicu atas pelemahan mayoritas saham big cap, seperti BYAN, BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Penurunan juga dipicu pelemahan saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN dan TPIA.
Penurunan juga dipengaruhi pelemahan mayoritas sektor saham, seperti konsumer non primer, energi, industri, kewehatan, properti, keuangan, dan infrastruktur. Sebaliknya satu-satunya sektor saham dengan kenaikan adalah material dasar mencapai 1,38%.
Baca Juga
Sarjito Siapkan 8 Strategi Bangun Bursa Mineral, Targetkan Indonesia Jadi Price Maker
Meski IHSG ditutup turun, lima saham berikut justru catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PICO naik 34,31% menjadi Rp 184, ELIT naik 34,03% menjadi Rp 256, SAFE naik 24,87% menjadi Rp 492, EKAD menguat 24,52% menjadi Rp 386, dan POLU naik 20% menjadi Rp 13.650. Kenaikan pesat juga melanda saham CENT 24,42% menjadi Rp 107 dan GRIA mencapai 23,08% menjadi Rp 224.
Sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil menguat sebanyak 123,80 poin (1,93%) menjadi 6.525 disertai dengan pembelian bersih (net buy) saham jumbo Rp 2,23 triliun oleh investor asing. Kenaikan indeks pekan ini dipicu atas penguatan sebanyak 525 saham, sebanyak 230 saham ditutup stagnan, dan hanya 208 saham yang mengalami penurunan sepanjang pekan ini.
Penyumbang utama lomptan indeks pekan ini dikontribusikan kenaikan harga saham BYAN sebanyak 8,33%, BBRI naik 3,53%, BRMS menguat 12,1%, AMMN naik 4,92%, dan BBCA menguat 1,57%. Kenaikan juga disumbangkan penguatan saham BUMI, BMRI, DSSA, BBNI, dan EMAS.
Baca Juga
XLSmart (EXCL) Kejar Target 88 Kota Jaringan 5G hingga Akhir 2026
Dari sisi sektor, mayoritas mengalami peningkatan pesat, kecuali saham sektor kesehatan dengan penurunan 0,55%. Sisanya sektor material dasar melesat 3,67%, properti 2,65%, infrastruktur 2,73%, energi 2,94%, dan konsumer non primer 2,28%.
Adapun lima saham dengan net buy terbanyak pekan lalu adalah DSSA senilai Rp 1,27 triliun, BBRI mencapai Rp 745,32 miliar, BBCA senilai Rp 405,47 miliar, AMMN senilai Rp 328,75 miliar, dan APIC mencapai Rp 296,43 miliar.
