IHSG Ditutup Melemah 0,25% di Awal Pekan, Sebaliknya Lima Saham Dipimpin MEDS Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (7/9/2026), ditutup melemah sebanyak 16,81 poin (0,25%) menjadi 6.619. Rentang pergerakan 6.610-6.667 dengan nilai transaksi Rp 12,40 triliun.
Pelemahan IHSG ini dipengaruhi ataspenurunan sejumlah sektor saham, seperti material dasar 0,70%, keuangan 0,76%, teknologi 0,61%, property 0,27%, konsumer non primer 0,04%, infrastruktur 0,05%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor energi 1,03%, industry 1,25%, kesehatan 0,82%, konsumer primer 0,08% dan transportasi 0,02%.
Baca Juga
Prabowo Minta Daftar Korporasi Dalang Karhutla: Kalau Perlu Kita Cabut Semua Izinnya
Meski IHSG ditutup melemah, sejumlah saham catatkan penguatan pesat sepanjang hari, yaitu MEDS naik 34,72% menjadi Rp 97, NZIA naik 32,18% menjadi Rp 230, SOHO naik 24,90% menjadi Rp 1.505, SHID naik 24,77% menjadi Rp 680, HALO naik 24,64% menjadi Rp 86, dan LABS menguat 23,64% menjadi Rp 204.
Pekan lalu, IHSG ditutup menguat sebanyak 118,35 poin (1,82%) menjadi 6.36,47 pekan ini dengan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 2,30 triliun. Bahkan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi baru dalam tiga bulan terakhir 6.704.Penguatan tersebut sejalan dengan kenaikan mayoritas sektor saham. Data BEI menyebutkan sebanyak 528 saham berhasil torehkan penguatan pekan ini. Sisanya 233 saham ditutup stagnan dan 205 saham mengalami penurunan.
Baca Juga
BRI Tegaskan Komitmen Jaga Shareholder Return di Tengah Akselerasi Pertumbuhan Bisnis
Sedangkan saham penyumbang utama kenaikan indeks pekan ini datang dari saham big cap berikut, yaitu saham BBRI naik 6,27%, BBCA menguat 3,47%, BMRI menguat 4%, BUMI naik 10,53%, dan NATO naik 84,67%.
Penguatan indeks pekan ini juga didukung kenaikan mayoritas sektor saham. Tertinggi dicatatkan sektor industry mencapai 6.53%. Lainnya sektor energi naik 4,51%, teknologi sebanyak 4,04%, keuangan 3,23%, transportasi 3,12%, dan konsumer primer 2,24%.
