IHSG Sesi I Ditutup Melemah Tipis, Rentetan Saham Dipimpin MEDS Cetak Cuan Jumbo
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (8/5/2026), ditutup turun tipis 5,85 poin (0,08%) menjadi 7.168. Rentang pergerakan 7.188-7.116 dan sejalan dengan penurunan mayoritas saham Asia.
Penurunan dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar turun 2,90%, sektor industry 1,54%, sektor consumer primer 1,05%, property 0,96%, dan sektor consumer non primer 0,81%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor teknologi, kesehatan, dan infrastruktur.
Baca Juga
Cadangan Devisa April Turun ke US$ 146,2 Miliar, Ini Penjelasan BI
Di tengah pelemahan tersebut, beberapa saham berikut catatkan kenaikan harga pesat, yaitu saham MEDS naik 27,59% menjadi Rp 111, MORA naik 20% menjadi Rp 7.500, HALO menguat 19,75% menjadi Rp 97, KAEF naik 16,67% menjadi Rp 595, dan KRYA naik 14,86% menjadi Rp 85.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 81,85 poin (1,15%) menjadi 7.174 dengan investor asing kembali melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 76,40 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BMRI senilai Rp 315,69 miliar, BRPT senilai Rp 128,26 miliar, dan PTRO senilai Rp 97,70 miliar.
Kenaikan tersebut ditopang lompatan harga saham big bank, seperti BBCA naik 4,62% menjadi Rp 6.225, BBRI naik 4,75% menjadi Rp 3.310, BMRI naik 2,88% menjadi Rp 4.640, dan BBNI naik 3,92% menjadi Rp 3.980. Kenaikan juga ditopang saham emiten Sinarmas, yaitu MORA dan DSSA.
Baca Juga
Lonjakan Permintaan Emas Global Jadi Peluang Besar bagi Industri Tambang Nasional
Kenaikan juga didukung kenaikan sejumlah sektor saham, sepeti sektor keuangan, sektor infrastruktur, sektor industry, consumer non primer, consumer primer, dan sektor kesehatan. Pelemahan melanda sektor energi, material dasar, dan transportasi.
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham DPUM naik 35% menjadi Rp 162, ESIP naik 34,15% menjadi Rp 220, NATO naik 25% menjadi Rp 775, DEPO naik 25% menjadi Rp 320, ALKA naik 24,79% menjadi Rp 730, dan MORA naik 19,62% menjadi Rp 6.250.

