IHSG Awal Pekan Melesat 1,36%, Lima Saham Cetak ARA Dipimpin KICI
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/11/2025), ditutup naik signifikan 111,2 poin (1,36%) menjadi 8.275,08. Rentang pergerakan 8.163-8.282 dengan nilai transaksi Rp 15,02 triliun. Penopang utama sejumlah saham emiten Prajogo Pangestu.
Secara sektor, saham sektor konsumer primer penyumbang utama sebanyak 2,18%. Selanjutnya sektor infrastruktur 1,76%, sektor transportasi naik 1,93%, sektor energi naik 1,36%, dan sektor material dasar 1,23%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor property dan teknologi.
Baca Juga
Archi (ARCI) Ditargetkan Produksi 150 Koz Emas Tahun Depan, Sahamnya Dipertahankan Beli
Di tengah lompatan IHSG, sejumlah saham berikut torehkan kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham KICI melesat 34,72% menjadi Rp 260, UVCR naik 33,78% menjadi Rp 99, RANC menguat 25% menjadi Rp 1.000, ATIC naik 25% menjadi Rp 625, FPNI naik 24,27% menjadi Rp 256, dan POLU menguat 19,98% menjadi Rp 26.125. Meski tak ARA, saham KIOS melambung 22,54% menjadi Rp 87 dan TIRA naik 22,44% menjadi Rp 1.555.
Adapun pergerakan IHSG sepanjang Oktober 2025 menguat sebanyak 102 poin atau 1,27%dari 8.061 akhir September menjadi 8.163 per akhir Oktober 2025. Meski demikian, indeks sempat menyentuh level penutupan tertinggi baru bulan ini 8.274 pada 23 Oktober dan level intraday tertinggi baru sepanjang masa level 8.354 pada 24 Oktober 2025.
Baca Juga
Dua Sekuritas Pasang Rekomendasi Beli Kalbe Farma (KLBF), Peluang Cuan Segini
Di tengah penguatan tersebut sejumlah saham yang catatkan lomptan mengensakan bulan ini lebih dari 200%, yaitu saham SSTM menguat lebih dari 210% menjadi Rp 875, RISE melesat lebih dari 232% menjadi Rp 11.525, dan ASLI hampir mencapai 200% menjadi Rp 200.
Selain kenaikan indeks, pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) lebih dari 13,71 triliun sepanjang Oktober 2025. Jika tak memperhitungkan crossing saham, pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 554,31 miliar.

