Saham Intermedia (MDIA) Terbang 305% hingga Disuspensi, Begini Penjelasan Manajemen
JAKARTA, investortrust.id – PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) mengungkapkan perbaikan kinerja keuangan pesat hingga kuartal I-2026, menyusul lompatan harga saham emiten ini hingga akhirnya terkena suspense lebih dari satu hari perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, saham MDIA telah melesat 305% menjadi Rp 280 dalam sebulan terakhir. Kenaikan harga signifikan tersebut menjadikan saham MDIA terkena suspense beruntun lebih dari satu hari perdagangan.
Manajemen MDIA menyebutkan bahwa Kinerja keuangan perseroan pengelola ANTV menunjukkan perbaikan pada periode yang berakhir 31 Maret 2026. Pendapatan tercatat Rp 141,7 miliar, laba usaha Rp 14,3 miliar, sementara rugi bersih turun signifikan menjadi Rp 8,3 miliar dari Rp 58,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga
Pengendali Intermedia (MDIA) Lepas 1 Miliar Saham, Kepemilikan Turun Jadi 80,73% dan Harga Melambung
Manejemen MDIA mengungkap bahwa perbaikan tersebut didukung penurunan beban lain-lain neto dari Rp 90,3 miliar menjadi Rp 22,6 miliar. Salah satu faktor utamanya adalah penurunan rugi selisih kurs dari Rp 48,2 miliar menjadi Rp 8,8 miliar.
Total aset perseroan periode sama sebesar Rp 3,13 triliun dan ekuitas positif Rp 935,5 miliar. Sedangkan total liabilitas perseroan turun 8,3%, dari Rp 2,39 triliun per 31 Desember 2025 menjadi Rp 2,19 triliun per 31 Maret 2026.
Guna mempertahankan perbaikan kinerja keuangan, MDIA melakukan optimalisasi konten programming serta efisiensi biaya. Penyiaran televisi Free-To-Air (FTA) melalui ANTV hingga saat ini tetap menjadi penggerak utama kegiatan usaha dan pendapatan perseroan. ANTV mempertahankan positioning pada konten hiburan keluarga yang menyasar terutama pemirsa wanita, ibu rumah tangga, dan keluarga.
Baca Juga
Bakrie Capital Indonesia Kini Kantongi 25,31% Saham BNBR usai Rights Issue
Perseroan memperkuat portofolio program melalui sejumlah tayangan unggulan, termasuk serial asing India yang telah memiliki basis pemirsa kuat serta film-film klasik Indonesia yang tetap memiliki daya tarik bagi audiens lintas generasi.
Perseroan juga akan mengelola portofolio program secara selektif dengan mempertimbangkan relevansi tayangan dan karakteristik audiens. Strategi tersebut ditujukan untuk mempertahankan loyalitas pemirsa sekaligus membuka ruang memperluas jangkauan audiens.
Di sisi operasional, perseroan juga melakukan revitalisasi Master Control Room (MCR) dan optimalisasi penggunaan transponder untuk meningkatkan efisiensi, keandalan, serta kualitas operasional penyiaran.
Perkuat Ekosistem Digital
Penguatan kinerja keuangan MDIA juga diterapkan dengan pengembangan lini digital dilakukan secara paralel melalui sinergi dalam grup usaha VIVA. Konten unggulan TV FTA dimanfaatkan dan didistribusikan kembali melalui berbagai platform digital, termasuk YouTube, Facebook, dan Instagram.
Langkah tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan konten, mengoptimalkan pemanfaatan aset konten, serta menjangkau segmen audiens yang semakin beragam, termasuk digital-native.
Untuk 2026, penguatan portofolio konten menjadi salah satu agenda utama perseroan. Selain melanjutkan serial India yang menjadi salah satu tayangan unggulan ANTV, perseroan akan memperluas pilihan hiburan melalui serial lokal yang memiliki daya tarik kuat pada jam prime time.
Baca Juga
Energi Mega (ENRG) Bertumbuha Solid di Semester I-2026, Laba Melesat 27%
ANTV juga akan menghadirkan serial asing berkualitas dari berbagai pasar yang selama ini belum banyak dieksplorasi serta terus memperkuat posisinya sebagai salah satu channel pilihan untuk menikmati film Indonesia. Pengembangan konten tersebut akan didukung kegiatan off-air untuk meningkatkan engagement dengan audiens dan memperkuat brand awareness ANTV.
Perseroan juga akan memperkuat distribusi multiplatform untuk memperluas basis audiens dan mengoptimalkan lifecycle konten. Dari sisi monetisasi, perseroan mengembangkan sumber pendapatan melalui iklan konvensional, digital advertising, branded content, serta kolaborasi dengan kreator dan mitra strategis.
Terkait prospek industry, manajemen MDIA menyebutkan, perseroan melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diprakirakan tetap kuat dan positif pada 2026 dapat mendukung aktivitas konsumsi dan dunia usaha, termasuk pasar periklanan. PwC melalui Global Entertainment & Media Outlook 2025-2029 memproyeksikan industri hiburan dan media Indonesia tumbuh dengan CAGR 8,4% selama 2025-2029.

