IHSG Sesi I Berbalik Turun 0,18%, Tertekan Saham Big Bank Ini
JAKARTA, investortrust.id – Penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (6/7/2026), ditutup melemah 10,81 poin (0,18%) menjadi 5.864,97. Rentang pergerakan 5.857-5.935 dengan nilai transaksi Rp 4,46 triliun.
Penurunan tersebut dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar, industry, consumer non primer, keuangan, energi, property, infrastruktur. Sebaliknya kenaikan melanda sektor saham teknologi dan kesehatan.
Baca Juga
Dolar AS Melemah, Bitcoin dan Ethereum Rebound Usai Data Tenaga Kerja AS Mengecewakan
Pelemahan juga dipicu atas penurunan sejumlah saham big cap, seperti EMAS, ASII, BBRI, BMRI, dan BBNI. Penurunan juga dipicu atas pelemahan saham big cap lainnya, seperti DSSA, BYAN, dan AMMN.
Meski ditutup melemah, sejumlah saham berikut berhasil catatkan lompatan harga, seperti saham LAPD naik sebanyak 27,59% menjadi 74, SKBM naik 24,42% menjadi Rp 535, NTBK naik 22% menjadi Rp 61, HALO menguat 17,54% menjadi Rp 67, dan PTMP naik 15,09% menjadi Rp 61.
Pekan lalu, IHSG ditutup lanjutkan penurunan sebanyak 0,35% menjadi 5.875, dibandingkan pekan sebelumnya dengan pelemahan mencapai 4,55%. Meski demikian sejumlah sektor saham berhasil catatkan penguatan pesat pekan ini, yaitu saham sektor industry naik 4,86%. Kenaikan juga melanda saham sektor teknologi 2,24%, sektor material dasar 0,78%, sektor transportasi 1,17%, dan sektor property 0,90%. Sebaliknya saham sektorkeuangan, consumer primer, dan kesehatan masih melemah.
Baca Juga
BEI Resmi Luncurkan Fitur Repo SBSN di SPPA, Dorong Likuiditas Pasar Sukuk Negara
Kenaikan indeks pekan lalu juga ditopang penguatan sejumlah saham big cap, seperti AMMN naik 4,79%, DCII naik 4,27%, ANTM menguat 8,12%, IMPC naik 10,22%, dan UNTR menguat 6,19%. Begitu juga dengan BREN naik 149%. Meski penurunan IHSG BEI melambat pekan ini, kinerja BEI masih terburuk di Asean.
Investor asing terpantau masih agresif merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 2,73 triliun sepanjang pekan lalu. Net sell terbanyak datang dari saham BBRI mencapai Rp 1,07 triliun, BBCA senilai Rp 655,25 miliar, dan BMRI mencapai Rp 363,17 miliar.
