IHSG Sesi I Berbalik Turun 0,38% Terseret Saham Big Cap Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (14/2/2026), ditutup melemah 31,8 poin (0,38%) menjadi 8.259. Rentang pergerakan 8.220-8.334 dengan nilai transaksi Rp 13,41 triliun.
Penurunan indeks tersebut dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor consumer primer, consumer non primer, infrastruktur, teknologi, keuangan, dan kesehatan. Sebaliknya energi, material dasar, industry, dan property cetak kenaikan.
Penurunan indeks juga dipengaruhi pelemahan sejumlah saham big cap, seperti saham BREN turun 3,31%, MORA melemah 3,20%, AMMN turun 2,56%, PANI melemah 1,83%, dan PGUN melemah sebanyak 3,31%. Penurunan juga dipengaruhi koreksi saham DSSA.
Baca Juga
Meski IHSG melemah, sejumlah saham justru berhasil pertahankan penguatan, seperti TNCA naik 25% menjadi Rp 240, ROCK melesat 24,74% menjadi Rp 2.420, YPAS mengaut 23,85% menjadi Rp 675, LMPI naik 22,47% menjadi Rp 218, dan INDS menguat 21,83% menjadi Rp 1.730.
Kemarin, IHSGditutup melambung sebanyak 159 poin (1,96%) menjadi 8.290,97, namun net sell saham masih berlanjut dipimpin saham BBCA Rp 626,20 miliar, BUMI Rp 584,36 miliar, DEWA senilai Rp 129,67 miliar, BMRI mencapai Rp 102,62 miliar, dan CDIA sebanyak Rp 64,85 miliar.
Kenaikan didorong oleh membaiknya sentimen investor pasca pertemuan Prabowo Subianto dengan para konglomerat, langkah reformasi dan komunikasi aktif Bursa Efek Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan, rilis kinerja emiten, faktor teknikal, serta penguatan rupiah terhadap dolar AS.
Baca Juga
Harga Emas Berpeluang Tembus Rp 3 Juta Akhir Pekan Ini, Pemicunya?
Lompatan indeks ditopang penguatan saham konglomerasi, seperti saham emiten Prajogo Pangestu, yaitu PTRO, BRPT, CUAN, hingga BREN. Saham emiten konglo Happy Hapsoro, yaitu MINA, PSKT, RATU, hingga RAJA.
Adapun sektor saham dengan kenaikan harga paling pesat melanda, sektor energi naik 5,95%, consumer primer 5,34%, industry 3,92%, infrastruktur 3,85%, material dasar 3%, dan sektor property 1,52%. Sebaliknya sektor bank turu 0,49%.
Di tengah penguatan tersebut, beberapa saham berikut melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PIPA melesat 34,93% menjadi Rp 197, PADI naik 34,88% menjadi Rp 116, IFSH menguat 25% menjadi Rp 1.975, GMTD menguat 25% menjadi Rp 2.650, MINA naik 24,79% menjadi Rp 302, PSKT naik 24,27% menjadi Rp 256, RATU sebanyak 19,90% menjadi Rp 6.175, dan PTRO menguat 19,60% menjadi Rp 7.150.
