IHSG Sesi I Ditutup Melemah 0,58% Terseret Koreksi Saham Big Cap
JAKARTA, investortrust.id –Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (9/9/2026), ditutup melemah 38,94 poin (0,58%) menjadi 6.647. Rentang pergerakan 6.642-6.707 dengan nilai transaksi Rp 7,91 triliun.
Penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan mayoritas pasar saham dunia hari ini. Pelemahan juga dipicu atas pelemahan sejumlah saham big cap, seperti BBCA, BBRI, DSSA, TPIA, CMRY, SOHO, hingga BBNI.
Baca Juga
Emas Antam (ANTM) Turun Rp 17.000 di Tengah Kenaikan Harga Minyak
Pelemahan juga dipicu atas penurunan hampir seluruh sektor saham, seperti saham sektor teknologi, kesehatan, energi, material dasar, consumer non primer, consumer primer, keuangan. Sebaliknya kenaikan hanya melanda saham sektor transportasi, infrastruktur, dan industry.
Meski IHSG ditutup melemah, lima saham berikut berhasil torehkan lompatan harga, seperti POLA naik 25,71% menjadi Rp 88, DPUM menguat 20,19% menjadi Rp 125, MGNA naik 15,79% menjadi Rp 110, MSJA naik 15,32% menjadi Rp 715, dan AKSI menguat 14,39% menjadi Rp 318.
Kemarin, IHSG ditututup melesat 66,77 poin (1,01%) menjadi 6.686 disertai dengan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 398,12 miliar, terbanyak saham BBCA mencapai Rp 269,69 miliar dan BBRI sebanyak Rp 177,12 miliar.
Baca Juga
Saham Adaro Andalan (AADI) Naik 65,96% Ytd ke ATH Rp 11.700, Masih Menarik Dikoleksi?
Secara sectoral, penguatan didukung kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar 2%, sektor industry 1,22%, sektor energi 1,17%, sektor consumer non primer 1,39%, sektor keuangan 0,79%, infrastruktur 0,83%, transportasi 0,73%, dan property 0,20%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor consumer primer 0,13%, kesehatan 0,59%, dan teknologi 0,34%.
Sejalan dengan penguatan indeks tersebut, sejumlah saham ini catatkan lompatan harga mengesankan, yaitu POLA naik 34,62% menjadi Rp 70, ASPI menguat 25% menjadi Rp 505, dan SHID naik 25% menjadi Rp 850. Meski tak ARA, saham SOHO menguat 20,71% menjadi Rp 1.820 dan PPRI naik 20,71% menjadi Rp 204.
