Sejam Transaksi Saham Dibuka, IHSG Anjlok 104 Poin Terseret Big Cap
JAKARTA, investortrust.id— Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/10/2025), kembali anjlok parah berbanding terbalik dengan bursa saham Asia yang bergerak di zona hijau. Hingga pukul 10.00 WIB, penurunan indeks telah mencapai 104 poin (1,26%) ke level terendah baru sejak 18 September menjadi 7.962.
Penurunan tersebut dipicu atas kejatuhan saham big cap yang selama ini menjadi penggerak utama penopang indeks, seperti saham MLPT anjlok 9,85%, saham PGUN turun 9,97%, saham JARR anjlok 14,75%, saham BREN turun 2,33%, saham BRPT turun 2,203%, saham TPIA anjlok 2%. Begitu juga saham emiten Happy Hapsoro, RAJA dan RATU anjlok.
Baca Juga
Meski dilanda penurunan tajam, sejumlah saham masih berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham MBTO naik 34,67% menjadi Rp 268, SOHO naik 24,63% menjadi Rp 1.265. Meski tak ARA, saham BAPA melesat 27% menjadi Rp 79, TAYS naik 26% menjadi Rp 95, dan PURI naik 23% menjadi rp 318.
Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan pembukaan pasar pagi ini dengan kenaikan 40,78 poin (0,51%) menjadi 8.107. Bahkan, penguatan indeks sempat lebih dari 60 poin. Kenaikan terdorong mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar, konsumer primer, konsumer non primer, property, keuangan dan transportasi.
Kemarin, IHSG anjlok sebanyak sebanyak 160,68 poin (1,95%) menjadi 8.060 diikuti penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,36 triliun oleh investor asing. Net sell terbanyak melanda saham BBRI Rp 424,12 miliar, BBCA Rp 305,42 miliar, dan CDIA Rp 259,44 miliar.
Baca Juga
Surge (WIFI) Dijagokan Menangi Lelang Spektrum 1,4GHz, Sahamnya Bisa ke Level Ini
Kejatuhan tersebut dipicu atas penurunan saham-saham konglomerasi yang selama ini menjadi motor pergerakan indeks, seperti saham emiten Prajogo Pangestu, saham emiten Haji Isam, saham emiten Happy Hapsoro, dan saham perbankan. Penurunan juga dipicu kejatuhan saham sektor energi 3,34%, sektor keuangan 2,90%, sektor material dasar 2,14%, sektor teknologi 208%, sektor infrastruktur 2,53%, dan sektor transportasi 3,99%.
Meski IHSG turun signifikan, sejumlah saham berikut pertahankan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham MBTO naik 34,48% menjadi Rp 199, TOSK naik 34,78% menjadi Rp 93, PURI melesat 34,38% menjadi Rp 258, MRAT naik 25% menjadi Rp 525, SOSS naik 25% menjadi Rp 1.300, SSTM naik 25% menjadi Rp 360, SOHO naik 24,54% menjadi Rp 1.015, GZCO naik 24,44% menjadi Rp 336, dan POLU naik 20% menjadi Rp 30.450.

