Sentimen 'Extreme Fear' Selimuti Pasar Kripto, Bitcoin Tinggalkan Level Psikologis US$ 60.000
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga Bitcoin kembali mengalami tekanan dan sempat turun ke level US$ 58.000, memasuki kisaran yang secara historis kerap dikaitkan dengan titik terendah siklus pasar (bear market).
Meski belum dapat dipastikan sebagai titik terendah absolut, penurunan tersebut membawa Bitcoin ke zona harga yang pada siklus sebelumnya sering menjadi area pembentukan dasar pasar sejak 2014.
Berdasarkan analisis model power law yang dikembangkan analis Giovanni, nilai tren jangka panjang Bitcoin saat ini berada di sekitar US$ 135.000. Dengan harga di kisaran US$ 58.000, Bitcoin kini diperdagangkan sekitar 54% di bawah rekor tertingginya sekaligus berada 1,22 standar deviasi di bawah garis tren jangka panjang.
Giovanni menjelaskan bahwa kondisi serupa pernah terjadi pada titik terendah siklus tahun 2012, 2015, 2019, 2020, dan 2022. Menurutnya, pelemahan kali ini lebih mencerminkan kembalinya Bitcoin ke zona dasar historis dibandingkan perubahan terhadap tren pertumbuhan jangka panjang aset tersebut.
Baca Juga
Pasar Kripto Kehilangan US$ 2,2 Triliun, Bitcoin Anjlok Lagi ke Level Terendah Dua Tahun
Dalam model tersebut, level dukungan pertama berada di sekitar US$ 68.000 atau minus satu standar deviasi dari tren utama. Sementara itu, area US$ 55.000 dinilai sebagai zona dukungan yang secara historis lebih kuat apabila tekanan jual terus berlanjut.
Giovanni menambahkan bahwa model power law baru dianggap tidak lagi relevan apabila Bitcoin diperdagangkan di bawah US$ 17.000 selama lebih dari satu tahun.
Selain itu, indikator power law quantile juga menunjukkan valuasi Bitcoin berada di level 6,2%. Artinya, harga Bitcoin saat ini lebih murah dibandingkan sekitar 94% dari seluruh pembacaan historis berdasarkan model tersebut. Level serupa terakhir terjadi pada titik terendah siklus tahun 2015, 2020, dan 2023.
Di sisi lain, tekanan jual dalam jangka pendek masih cukup kuat. Data perdagangan menunjukkan aksi jual agresif di bursa Binance mencapai sekitar US$ 2,1 miliar hanya dalam satu jam, disusul penjualan sebesar US$ 1,9 miliar setelah pembukaan pasar New York.
Baca Juga
Gelombang aksi jual tersebut memicu likuidasi lebih dari US$ 300 juta posisi long berleverage sebelum harga Bitcoin kembali bergerak mendekati US$ 60.000.
Mengutip Cointurk, Jumat (26/6/2026) sejumlah analis menilai level US$ 60.000 menjadi batas psikologis penting. Penutupan harga harian di atas level tersebut dinilai dapat mempertahankan sinyal positif pada indikator Relative Strength Index (RSI) yang mengindikasikan mulai melemahnya momentum tekanan jual.
Sementara itu, trader derivatif Byzantine General menilai penurunan menuju US$ 58.000 telah membersihkan posisi long yang menggunakan leverage berlebihan sekaligus menarik masuk posisi short baru. Menurutnya, apabila Bitcoin mampu menutup perdagangan harian di atas US$ 60.000, peluang terbentuknya titik terendah jangka pendek akan semakin kuat.
Data pasar derivatif juga menunjukkan area US$ 55.000 menjadi level dukungan utama berikutnya apabila tekanan jual berlanjut. Sebaliknya, kisaran US$ 65.000 hingga US$ 68.000 diperkirakan menjadi zona resistensi penting karena terdapat konsentrasi likuidasi posisi short senilai lebih dari US$ 4 miliar.
Pelaku pasar kini mencermati apakah Bitcoin mampu mempertahankan level US$ 60.000. Jika gagal, fokus pasar diperkirakan akan beralih ke area US$ 54.000–US$ 55.000 yang selama beberapa siklus terakhir berfungsi sebagai titik tumpu utama dalam fase bear market Bitcoin.
Pergerakan Harga
Menilik data Coinmarketcapnews, Jumat (26/6/2026) sentimen di pasar aset kripto global masih berada dalam tekanan. Berdasarkan data pasar pukul 06.55 WIB, kapitalisasi pasar kripto global tercatat sebesar US$ 2,07 triliun, turun 1,46% dalam 24 jam terakhir seiring berlanjutnya aksi jual pada aset digital utama.
Bitcoin, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, diperdagangkan di kisaran US$ 59.675, melemah 2,12% dalam sehari dan turun 5,15% dalam sepekan. Pelemahan juga terjadi pada Ethereum yang turun 3,48% dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 1.563, sehingga akumulasi penurunannya dalam tujuh hari mencapai 8,60%.
Tekanan turut dirasakan altcoin lainnya. XRP terkoreksi 2,80% dalam sehari dan telah melemah 9,02% dalam sepekan ke level US$ 1,04. Sementara itu, BNB turun 0,58% menjadi US$ 560.
Indeks CoinMarketCap 20 (CMC20) juga mencerminkan pelemahan pasar dengan turun 2,17% ke level 121,02. Di sisi lain, indikator Fear & Greed Index berada di level 16 atau masuk kategori Extreme Fear, menunjukkan pelaku pasar masih didominasi kekhawatiran dan cenderung menghindari aset berisiko.
Pelaku pasar kini menantikan apakah Bitcoin mampu kembali bertahan di atas level psikologis US$60.000. Keberhasilan menembus level tersebut dinilai dapat memperbaiki sentimen jangka pendek, sementara kegagalan mempertahankannya berpotensi membuka ruang koreksi lebih lanjut pada pasar aset digital.
