Indeks Fear & Greed Sentuh Level Covid, Pasar Kripto Masuki Fase Panik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Indeks Fear and Greed pasar kripto kembali menyentuh level ketakutan ekstrem, mendekati posisi terendah yang terakhir kali terjadi saat puncak pandemi Covid-19 pada Maret 2020. Kondisi ini dinilai mencerminkan fase kepanikan investor, di tengah tekanan makroekonomi global dan pelemahan harga Bitcoin yang sempat turun ke kisaran US$ 93.000.
Analis Tokocrypto Fyqieh Fachrur menjelaskan bahwa penurunan indeks ke level ekstrem ini menandakan pasar berada pada fase panic selling, di mana investor melepas aset bukan karena faktor fundamental, tetapi dorongan emosional untuk menghindari risiko.
“Pada fase seperti ini, sentimen pasar berada di titik jenuh negatif. Polanya mirip saat Covid-19, ketika Bitcoin jatuh lebih dari 50% lalu justru memulai reli besar setelah mencapai titik ketakutan ekstrem,” ujar Fyqieh kepada Investortrust.id, Senin (17/11/2025).
Meski mencerminkan tekanan kuat, Fyqieh menegaskan bahwa level ekstrem tidak selalu menjadi sinyal pembalikan harga secara instan. Pasar masih rentan terhadap faktor makro seperti kebijakan Federal Reserve yang belum memberi sinyal pemangkasan suku bunga pada Desember, kenaikan imbal hasil obligasi AS, serta melemahnya selera risiko global.
Baca Juga
Fyqieh menilai bahwa kondisi saat ini dapat menjadi momentum menarik bagi investor jangka panjang, namun dengan strategi bertahap.
“Investor jangka panjang biasanya mulai akumulasi ketika sentimen berada pada titik ketakutan ekstrem. Tapi ini bukan sinyal untuk masuk sekaligus, karena tekanan makro masih bisa menahan pasar dalam jangka pendek,” jelasnya.
Baca Juga
Volatilitas Tinggi Hantam Pasar Kripto, Bitcoin Kehilangan Momentum Kenaikan Tahunannya
Soal proyeksi pasar, menurut Fyqieh, pasar kripto berpotensi bergerak dalam pola campuran hingga akhir tahun, dengan volatilitas tinggi dan sensitivitas kuat terhadap data ekonomi serta kebijakan moneter. Aktivitas perdagangan diperkirakan melambat memasuki musim liburan, sehingga peluang konsolidasi atau koreksi ringan masih terbuka.
Momentum kenaikan yang lebih kuat diprediksi baru akan terbentuk ketika tekanan makro mereda dan sentimen pasar pulih secara bertahap.
Untuk informasi, pada 15 November 2025 lalu, indeks ketakutan dan keserakahan aset virtual dari perusahaan analitik aset virtual Alternative mencatat angka 10, tetap berada di level yang sama dengan hari sebelumnya (10). Rata-rata mingguan juga hanya berada di angka 22, sehingga sentimen keseluruhan tetap stagnan. Indeks ketakutan dan keserakahan berkisar antara 0 hingga 100, dengan nilai yang lebih rendah menunjukkan 'Ketakutan Ekstrem' dan nilai yang lebih tinggi menunjukkan 'Keserakahan'.
Indeks ketakutan dan keserakahan dihitung dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti volatilitas (25%), volume pasar (25%), perbincangan media sosial (15%), survei pasar (15%), dominasi Bitcoin (10%), dan volume pencarian Google Trends (10%).
Analisa saham dan kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini
