The Fed Pertahankan Suku Bunga, Tekanan Jual Altcoin Capai Level Tertinggi 5 Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pasar aset kripto kembali bergerak di zona merah pada perdagangan Kamis (18/6/2026) pasca bank sentral Amerika Serikat The Fed mempertahankan suku bunga acuan dan mengirimkan sinyal yang lebih hawkish terkait arah kebijakan moneter ke depan.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu (17/6/2026) secara bulat memutuskan mempertahankan suku bunga acuan federal funds rate di kisaran 3,5% hingga 3,75%. Taka hanya kripto, obligasi pemerintah AS melemah, dolar menguat, dan saham turun setelah keputusan tersebut diumumkan. Para trader selanjutnya memperhitungkan kenaikan suku bunga paling lambat Oktober.
Pengumuman ini menandai keputusan penyesuaian suku bunga pertama Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed. Masa jabatan empat tahun Warsh dimulai pada bulan Mei. Keputusan ini datang di tengah inflasi tertinggi di AS dalam tiga tahun dan menjelang penandatanganan perjanjian damai AS-Iran pada hari Jumat (19/6/2026) besok.
Sementara itu, keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tetap menunjukkan bahwa bank sentral tetap fokus pada pencegahan lonjakan inflasi baru di bawah kepemimpinan Ketua Kevin Warsh, menurut Fitch Ratings.
"Era Kevin Warsh mungkin menandai babak kepemimpinan baru, tetapi bukan rezim inflasi baru," kata Olu Sonola, kepala ekonomi AS di Fitch dilansir dari Coindesk, Kamis (18/6/2026).
Sonola mengatakan para pembuat kebijakan tetap waspada setelah sebelumnya meremehkan inflasi pada awal dekade ini dan kemungkinan besar tidak akan mentolerir kesalahan serupa. Meskipun meredanya ketegangan di Timur Tengah dapat membantu mengurangi tekanan harga terkait energi, ia memperingatkan bahwa risiko inflasi mungkin menyebar melampaui pasar energi.
"Ada bukti awal bahwa tekanan harga mungkin meluas di luar sektor energi," kata Sonola.
Baca Juga
Bitcoin Tembus US$ 67.000, Optimisme Perdamaian AS-Iran Picu Reli Kripto dan Saham
Jika tekanan inflasi yang lebih luas terus meningkat, The Fed mungkin akan dipaksa untuk mengetatkan kebijakan. Alih-alih menunggu inflasi menjadi mengakar, Ia pun mengatakan bahwa sikap saat ini dari bank sentral menunjukkan biasnya telah bergeser dari kesabaran menuju pencegahan.
Menilik data Coinmarketcap, Kamis pagi, tekanan jual yang meningkat di kelompok altcoin membuat sentimen pasar memburuk, tercermin dari indeks Fear & Greed yang turun ke level 22 atau masuk kategori fear. Kapitalisasi pasar kripto global juga turun 1,47% menjadi US$ 2,22 triliun. Sementara itu, indeks CoinMarketCap 20 (CMC20), yang mencerminkan kinerja aset kripto berkapitalisasi besar, terkoreksi 1,61% ke level 131,93.
Di tengah pelemahan pasar, Bitcoin berada di kisaran US$ 64.575 meski turun 1,69% dalam 24 jam terakhir. Ethereum juga melemah 2,20% ke level US$ 1.753. Tekanan jual terlihat lebih besar pada sejumlah altcoin utama. XRP terkoreksi 2,47% dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 1,18. Sementara BNB turun 0,56% ke US$ 601.
Baca Juga
Bitcoin Menguat Dekati US$ 66.000 Usai Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran
Sentimen pasar juga dibayangi meningkatnya aksi jual di sektor altcoin. Bahkan, indikator pasar menunjukkan tekanan jual altcoin telah mencapai level tertinggi dalam lima tahun terakhir. Kondisi tersebut mencerminkan kecenderungan investor untuk mengurangi eksposur pada aset berisiko tinggi di tengah ketidakpastian pasar global.
Pergerakan pasar saat ini menunjukkan investor masih cenderung bersikap hati-hati dan menunggu katalis positif baru. Masuknya indeks Fear & Greed ke zona fear mengindikasikan tingkat kehati-hatian yang meningkat, meskipun kondisi tersebut kerap menjadi sinyal bahwa pasar sedang berada dalam fase konsolidasi setelah periode volatilitas tinggi.
Analisa saham dan kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini
