The Fed Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 22 Tahun
WASHINGTON, investortrust.id – Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin ke level 5,5%. Ini adalah level tertinggi sejak 2001 atau dalam 22 tahun terakhir. Analis dan pelaku pasar memprediksi ini bukan kenaikan terakhir dan The Fed masih akan menaikkan suku bunga sekali lagi pada sisa tahun ini.
Keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) tersebut sudah diantisipasi pasar. Langkah Fed ini merupakan upaya untuk menggiring laju inflasi ke level 2%. Kenaikan Fed Fund rate (FFR) ini ditempuh di tengah ekonomi AS yang terus membaik.
Pertemuan FOMC berikutnya akan digelar pada September dan The Fed sudah mengisyaratkan bahwa peluang untuk menaikkan lagi FFR 25 basis poin masih terbuka.
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menyebut bahwa kenaikan FFR sesuai ekspektasi. Dia yakin dampak kenaikan FFR terhadap nilai tukar rupiah dan pasar obligasi domestik sangat minimal. Andry menyatakan, pasar berharap The Fed tidak menaikkan FFR di bulan September dan mulai menurunkan suku bunga pada Maret 2024.
Andry yakin Bank Indonesia tidak akan menaikkan suku bunga acuan (BI7DRR) dan tetap akan mempertahankan di level 5,75%. Rupiah akan berada di kisaran 14.800-14.900 dan yield SBN 10 tahun berada di level 6,2% pada akhir tahun.

