The Fed Ragu Pangkas Suku Bunga, Yield USTreasury 10Y Dekati Level Tertinggi
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury 10 tahun mendekati level tertinggi 4 bulan pada Kamis (14/11/2024) setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengindikasikan bahwa bank sentral tidak terburu-buru untuk menurunkan suku bunga.
Baca Juga
Powell : The Fed Tidak Perlu ‘Terburu-buru’ Turunkan Suku Bunga
Dikutip dari CNBC, imbal hasil Treasury 10 tahun berada di posisi 4,449%, mendekati titik tertinggi sejak Juli. Imbal hasil Treasury 2 tahun naik sekitar 7 basis poin menjadi 4,353%.
Powell menyampaikan pidato di Dallas pada Kamis, di mana ia menyatakan kepada para pemimpin bisnis bahwa bank sentral tidak perlu cepat-cepat menurunkan suku bunga.
The Fed minggu lalu menurunkan biaya pinjaman acuannya sebesar seperempat poin persentase, dan para trader memperkirakan kemungkinan penurunan serupa pada bulan Desember.
“Ekonomi tidak mengirimkan sinyal bahwa kita perlu terburu-buru menurunkan suku bunga,” kata Powell dalam pidato yang telah disiapkan. “Kekuatan yang kita lihat dalam ekonomi saat ini memberi kita kemampuan untuk membuat keputusan dengan hati-hati.”
Sebelumnya, Gubernur Fed Adriana Kugler mengemukakan adanya kemajuan “signifikan” dalam inflasi pada pidatonya Kamis pagi.
Pernyataan ini muncul di tengah penantian investor dan ekonom tentang prospek suku bunga AS setelah terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden AS.
Baca Juga
Pandangan terbaru dari Fed ini juga mengikuti data inflasi dan pekerjaan yang dirilis Kamis sebelumnya. Indeks harga produsen untuk Oktober meningkat 0,2% dalam sebulan, sesuai dengan perkiraan para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones. Pengajuan awal untuk tunjangan pengangguran untuk pekan yang berakhir 9 November tercatat sebanyak 217.000, turun 4.000 dari pekan sebelumnya, menunjukkan ekonomi yang masih kuat.

