Saham BCA (BBCA) Kembali Torehkan ATH Baru, Ternyata Target Harganya masih Tinggi
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali mencatatkan penguatan ke level tertinggi baru (all time high/ATH) setelah melesat Rp 325 (3,25%) menjadi Rp 10.325. Lompatan harga saham ini didukung keputusan RUPST untuk membagikan dividen senilai Rp 33,28 triliun tahun buku 2023.
Data BEI menyebutkan, saham BBCA melesat Rp 325 (3,25%) ke level tertinggi baru sepanjang masa Rp 10,325. Saham bank besutan grup Djarum ini begerak dalam rentang Rp 10.025-10.325. Dengan kenaikan tersebut, BBCA berhasil torehkan ATH tiga hari berturut-turut dalam dua pekan terakhir.
Baca Juga
Lompatan harga tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham BBCA meningkat menjadi lebih dari Rp 1.260 triliun. Lompatan tersebut memperkokoh posisi bank swasta terbesar ini sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI.
Sementara itu, RUPST BCA hari ini menetapkan dividen tunai tahun buku 2023 senilai Rp 33,28 triliun atau Rp 270 per saham. Dividen tersebut setara dengan 68,48% dari raihan laba bersih tahun 2023.
Perseroan mengungkapkan bahwa nilai dividen tunai itu meningkat 31,7%, dibandingkan dividen tunai tahun buku 2022.Dividen tunai tahun buku 2023 tersebut terdiri atas dividen interim yang telah dibagikan Rp 42,50 per saham kepada para pemegang saham pada 20 Desember 2023. Sehingga, sisanya senilai Rp 227,50 per saham.
Tahun lalu, BCA berhasil mencatatkan peningkatan laba bersih sebanyak 19,4% menjadi Rp 48,6 triliun pada 2023. Peningkatan ini sejalan dengan pertumbuhan kredit perseroan. "Laba bersih BCA dan entitas anak tumbuh 19,4% yoy menjadi Rp 48,6 triliun sepanjang 2023," ujarnya.
Baca Juga
Terkait prospek saham BBCA, Mandiri Sekuritas dalam riset yang diterbitkan hari ini mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga saham BBCA Rp 11.200. Dengan harga penutupan Rp 10.325 masih terbuka kenaikan 8,47% atas saham bank dengan kapitalisasi terbesar di BEI ini.
Mandiri Sekuritas menyebutkan target saham tersebut mempertimbangkan Keputusan perseroan untuk memperbesar segmen penyaluran kredit yang diharapkan meningkatkan produktivitas LDR perseroan dalam 2-3 tahun ke depan. Target tersebut juga mempertimbangkan kian massifnya pengembangan transaksi digital perseroan.
Mandiri Sekuritas memperkirakan pertumbuhan kredit BCA mencapai 9-10% tahun ini, NIM diperkirakan dalam rentang 5,5-5,6%, biaya kredit (CoF) sekitar 0,3-0,4%, CIR diharapkan mencapai 34-35%, dan LAR berkisar 406% tahun ini.

