Saham BCA (BBCA) Kembali Ngegas ATH, Ternyata Target Harga masih Tinggi
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali lanjutkan lompatan harga pada perdagangan intraday di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (8/3/2024), meski telah ditutup melesat ke level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) kemarin.
Berdasarkan data BEI, saham BBCA menguat Rp 175 (1,73%) menjadi Rp 10.300 hingga pukul 10.15 WIB. Saham bank dengan kapitalisasi terbesar ini bergerak dalam rentang Rp 10.125-10.300.
Baca Juga
Performa Sesuai Estimasi, Sekuritas Ini Pertahankan Buy Mitratel (MTEL)
Dengan penguatan harga ke level ATH tersebut, saham BBCA telah menorehkan kenaikan harga dari penutupan akhir tahun lalu Rp 9.400 menjadi Rp 10.300. Torehan tersebut menunjukkan bahwa saham ini telah menguat 9,57% year to date (ytd).
Terkait target harga saham BBCA, Trimegah Sekuritas dalam riset terakhirnya merekomendasikan beli saham ini dengan target harga Rp 11.000. Target tersebut mempertimbangkan ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan tahun 2024.
“Kami memperkirakan BBCA dapat mempertahankan tren pertumbuhan keuntungan tetap kuat didukung biaya dana yang rendah mencapai 1,1% tahun lalu dan LDR mencapai 74,4% atau di bawah rata-rata sebelum Covid-19 mencapai 83,8%,” tulis analis Trimegah Sekuritas Adi Prabowo dalam risetnya.
Baca Juga
Sementara itu, lompatan harga saham BBCA dalam dua terakhir ini juga didukung rencana perseroan untuk menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 15 Maret 2024. Apalagi salah satu agenda RUPTS tersebut akan penetapan penggunaan laba bersih BBCA tahun buku 2023.
Berdasarkan data, total dividen BBCA tahun buku 2022 senilai Rp 25,3 triliun atau setara dengan 62,1% dari laba bersih tahun tersebut Rp 40,7 triliun. Sedangkan dividen tahun buku 2021 mencapai Rp 17,9 triliun atau merefleksikan rasio 56,9% dari total laba bersih Rp 31,42 triliun.
Baca Juga
Kemarin, saham BBCA ditutup melesat menguat Rp 175 (1,76%) menjadi Rp 10.125. Bahkan, saham BBCA menjadi saham yang paling diminati investor asing kemarin dengan nilai pembelian bersih Rp 421,31 miliar.
Tahun lalu, BCA torehkan kenaikan laba bersih menjadi Rp 48,6 triliun. Raihan tersebut menunjukkan pertumbuhan sebanyak 19,4% yoy. Pertumbuhan laba ini didorong oleh penyaluran kredit yang tumbuh 13,9% yoy atau di atas rata-rata industri.

