Saham BRI (BBRI) Tembus Rp 6.000, Target Harganya Ternyata masih Tinggi
JAKARTA, invetortrust.id – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencetak rekor intraday tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) menyentuh level Rp 6.000 pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (12/2/2024).
Berdasarkan data BEI hingga pukul 15.30, saham BBRI melesat Rp 150 (2,56%) menjadi Rp 6.000. Saham bank pelat merah dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di BEI ini bergerak dalam rentang Rp 5.850-6.000.
Penguatan harga saham BBRI bersamaan dengan kenaikan harga sejumlah saham bank Himbara lainnya dan berimbas terhadap lompatan indeks harga saham gabungan (IHSG) mencapai 51 poin menjadi 7.288 hingga pukul 15.30.
Baca Juga
Didukung Aksi Borong Investor Asing, Saham BBRI, BMRI, dan BBNI Kompak ATH
Meski harga saham BBRI cetak ATH, ternyata target harga sahamnya masih tinggi berdasarkan riset sejumlah analis. Di antaranya, Sinarmas Sekuritas merevisi naik target harga saham BBRI dari Rp 7.000 menjadi Rp 7.200 dengan rekomendasi beli. Revisi naik tersebut menggambarkan kuatnya pertumbuhan kinerja keuangan perseroan tahun 2023.
Analis Sinarmas Sekuritas Isfhan Helmy dan Arief Machrus dalam riset terakhirnya menyebutkan, penguatan target harga saahm BBRI juga menggambarkan realisasi laba bersih perseroan melampaui perkiraan dari Rp 59 triliun menjadi Rp 60,4 triliun tahun 2023. Kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan kredit yang pesat, penuruna biaya kredit, dan berjalannya efisiesi.
Dengan lompatan laba tersebut, Analis Sinarmas Sekuritas Isfhan Helmy dan Arief Machrus mengatakan, perseroan membuktikan minimnya dampak kenaikan suku bunga perbankan terhadap performa perseroan. Kondisi serupa diharapkan berlanjut tahun ini dengan harapan NIM akan tetap kuat.
Baca Juga
BBRI dan BMRI Catat Rekor Harga Tertinggi, Ini Reaksi Wamen BUMN
Sedangkan Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 6.700. Target tersebut juga mempertimbangkan optimismes terhadap berlanjutnya pertumbuhan perseroan tahun ini. Bahkan, saham BBRI masuk dalam daftar 10 saham pilihan Mandiri Sekuritas.
Mandiri Sekuritas menyebutkan bahwa target harga tersebut sejalan keberhasilan BBRI mencetak pertumbuhan kredit yang kuat, khususnya pada sektor-sektor yang menghasilkan imbal hasil tinggi. Sedangkan biaya provisi menunjukkan pertumbuhan tipis.
Baca Juga
Semakin Kuat dan Hebat, BRI (BBRI) Bukukan Laba Bersih Rp 60,4 Triliun
Tak hanya itu, Mandiri Sekuritas memberikan pandangan positif terhadap BBRI atas keberhasilannya mempertahankan pertumbuhan simpanan sebanyak 3,9%. LDR tetap sehat berada pada level 84,7% sampai akhir Desember 2023.
Terkait margin bunga bersih (NIM), Mandiri Sekuritas menyebutkan, terjadi peningkatan sebanyak 100 bps menjadi 8%, seiring dengan peningkatan imbal hasil aset setelah agresif mendorong pertumbuhan kredit Kupedes.

