6 Juta Wajib Pajak Telah Daftar SPT Tahunan 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyebut hingga 5 Maret 2026 pukul 08.00 WIB sebanyak 6.001.502 wajib pajak telah melaporkan SPT tahunan tahun pajak 2025. SPT tahunan yang dilaporkan ini diproyeksi akan terus meningkat jelang batas waktu pelaporan.
“DJP mencatat bahwa hingga 5 Maret 2026 pukul 08.00 WIB, jumlah Wajib Pajak yang telah menyampaikan SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2025 telah mencapai lebih dari 6 juta SPT dan jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan semakin mendekatnya batas waktu pelaporan,” kata Direktur Jenderal Pajak (DJP) Bimo Wijayanto, di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Secara rinci, jumlah SPT yang telah diterima terdiri atas 5.872.158 SPT wajib pajak orang pribadi, 129.231 SPT wajib pajak badan dengan penghasilan rupiah, 113 SPT wajib pajak badan dengan denominasi dolar AS.
Target pelaporan tahun SPT tahun ini mencapai 14 juta SPT. Dengan kata lain, realisasi pelapor SPT baru mencapai sekitar 42,8%.
Dalam kesempatan tersebut Bimo mendorong wajib pajak untuk melaporkan SPT pajak tahunan lebih awal.
“Ada banyak sekali upaya-upaya (anggota masyarakat masih mengikuti, red) kebiasaan sejak pendidikan dasar, itu sukanya injury time, sistem kebut semalam itu. Kalau belum mau deadline tuh rasa-rasanya belum tergerak hati dan niat untuk menyelesaikan tugas,” kata dia.
Untuk mengantisipasi lonjakan laporan SPT tahunan, DJP menggelar juga event Ngabuburit Spectaxcular.
Baca Juga
DJP juga membuka kantor perwakilan pajak di akhir pekan.
DJP optimistis pelapor SPT Tahunan akan melonjak meski menjelang libur panjang hari besar keagamaan di pekan ketiga Maret 2026. Setidaknya dilihat dari sisi Sistem Inti Administrasi Perpajakan (Coretax DJP) yang mencatat jumlah wajib pajak yang telah mengaktifkan akun Coretax terus meningkat.
Hingga 5 Maret 2026, tercatat 15.268.493 wajib pajak telah mengaktifkan akun Coretax DJP. Dari jumlah itu, 12.514.829 wajib pajak orang pribadi telah melakukan registrasi Kode Otorisasi/Sertifikat Elektronik (KO/SE).
Bimo menghitung hingga akhir Maret 2026, diperkirakan 2,5 juta SPT tahunan akan dilaporkan wajib pajak.
“Jadi kami tidak hanya menunggu wajib pajak untuk menyampaikan (SPT tahunan) secara voluntary, kami juga jemput bola, buka kantor layanan sampai Sabtu-Minggu,” ujar dia.

