BI Siap Gelontorkan Rp 260 Triliun Uang Kartal untuk Hadapi Pemilu, Ramadan, dan Idul Fitri
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) siap menggelontorkan uang kartal untuk menghadapi hajatan besar pada tiga bulan mendatang. Kondisi ini berkaca pada realisasi peredaran uang kartal saat Natal dan Tahun Baru yang melebihi ekspektasi BI.
“Realisasi uang di Nataru kita targetkan ternyata melebihi realisasi uang kartal sampai Rp 130 triliun, meningkat 10,7% dari Nataru 2022,” kata Deputi Gubernur BI, Doni Primanto Joewono, di Gedung BI, Jakarta, Rabu (17/1/2024).
Doni mengatakan realisasi itu menembus target peredaran uang kartal hingga 104%. Realisasi yang menembus target ini, kata Doni, juga menunjukkan tidak terjadinya pelemahan daya beli masyarakat.
“Kita belum pernah terjadi. Biasanya selalu di bawah proyeksi,” ujar dia.
Baca Juga
Doni memaparkan, untuk menghadapi hajatan besar tiga bulan mendatang yaitu pemilihan umum (pemilu), Ramadan, dan Idul Fitri, BI akan menyediakan uang kartal sebesar 35% dari Ramadan dan Idul Fitri 2022. “Ancar-ancarnya, Rp 260 triliun yang kita siapkan,” kata dia.
Berdasarkan data BI, realisasi jumlah uang kartal yang dikeluarkan (outflow) periode Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 sebesar Rp 130,37 triliun atau 103,71% dari proyeksi sebesar Rp125,7 triliun. Angka realisasi ini meningkat 11% dari realisasi tahun 2022 lalu sebesar Rp 117,7 triliun.
Realisasi outflow tertinggi jika dibandingkan dengan proyeksi terdapat pada wilayah Jawa (non kantor pusat) sebesar Rp 37,22 triliun (117,4%), diikuti oleh wilayah Kalimantan sebesar Rp 10,89 triliun (113,53%). Wilayah Sulawesi Maluku dan Papua sebesar Rp 15,54 triliun (98,47%), Sumatera sebesar Rp 25,91T (98,15%), dan Bali Nusra sebesar Rp 5,54 triliun (98,09%).
Baca Juga
Sementara realisasi penarikan uang rupiah di Jabodebek (kantor pusat) sebesar Rp 35,26 triliun (96,41%).

