Bank Mandiri (BMRI) Siapkan Uang Tunai untuk Ramadan dan Idul Fitri Rp 44 Triliun, Naik 5%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan uang tunai selama periode ramadan dan Idul Fitri 1447 H, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI menyiapkan uang tunai sebesar Rp 44 triliun untuk pengisian ATM/CRM pada periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengungkapkan, alokasi tersebut meningkat 5% dibanding periode yang sama 2025 sebesar Rp 41,9 triliun. Hal ini sejalan dengan proyeksi kenaikan kebutuhan transaksi selama bulan suci hingga puncak arus mudik dan lebaran.
“Penyediaan uang tunai ini merupakan wujud komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan sinergi yang terintegrasi di seluruh jaringan layanan kami, sehingga kebutuhan transaksi masyarakat selama ramadan dan Idul Fitri dapat terpenuhi secara optimal,” ujarnya, dalam Silaturahmi Bank Mandiri bersama Media, Rabu (25/2/2026).
Kesiapan likuiditas ini, lanjut Adhika, menjadi bagian dari strategi akselerasi yang bertumbuh guna menjaga momentum konsumsi domestik sekaligus memperkuat perputaran ekonomi kerakyatan di berbagai daerah.
Langkah ini dirancang melalui perencanaan likuiditas yang prudent dan berbasis proyeksi transaksi nasional, serta diperkuat optimalisasi infrastruktur distribusi dan teknologi.
Baca Juga
Kredit Bank Mandiri (BMRI) Tumbuh 15,62% Jadi Rp 1.511,4 Triliun per Januari 2026
Menurut Adhika, pendekatan berbasis ekosistem tersebut memastikan kecukupan likuiditas, stabilitas layanan, serta menghadirkan keunggulan berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat.
Ia mengatakan, rata-rata kebutuhan pengisian uang tunai diperkirakan mencapai Rp 1 triliun hingga Rp 1,4 triliun per hari, seiring dengan meningkatnya aktivitas konsumsi, pembayaran gaji dan tunjangan hari raya (THR) aparatur sipil negara (ASN), serta mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 H.
“Proyeksi tersebut disusun berdasarkan pola historis transaksi dan tren pertumbuhan ekonomi domestik yang menunjukkan peningkatan signifikan selama periode ramadan dan lebaran,” kata Adhika.
Baca Juga
Optimalisasi Struktur Keuangan, Bank Mandiri Perkuat Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah
Untuk memastikan kelancaran transaksi non-tunai selama periode puncak lebaran, Bank Mandiri menyiapkan likuiditas Rp 18 triliun pada Rekening Settlement Dana (RSD) BI-Fast guna mengantisipasi lonjakan transaksi pada 18 hingga 26 Maret 2026, atau sekitar Rp 2,5 triliun per hari.
Adhika menyatakan, Bank Mandiri turut memastikan seluruh channel layanan elektronik beroperasi optimal selama periode libur lebaran. Bank berkode saham BMRI ini mengoperasikan 12.900 unit ATM/CRM serta 322.000 mesin EDC (electronic data capture) yang tersebar di seluruh Indonesia
Nasabah, kata dia, juga dapat mengoptimalkan berbagai kebutuhan transaksi perbankan maupun gaya hidup melalui superapp Livin’ by Mandiri yang kini telah digunakan oleh 37,9 juta pengguna terdaftar.
“Dengan fitur top up Mandiri e-money pada Livin’ by Mandiri, nasabah yang melakukan perjalanan lewat tol akan sangat dimudahkan karena top up dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja,” ucap Adhika.
Di lain sisi, Livin’ Merchant telah dimanfaatkan oleh 3,2 juta pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sementara Kopra by Mandiri digunakan oleh 324.500 pengguna dari segmen pebisnis untuk mendukung pengelolaan transaksi dan cash management secara terintegrasi.
“Melalui penguatan ekosistem digital yang terhubung dari ritel hingga wholesale, Bank Mandiri menghadirkan keunggulan berkelanjutan dalam layanan perbankan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi nasabah dan pelaku usaha di seluruh Indonesia,” ujar Adhika.
Ia juga memastikan kesiapan jaringan teknologi informasi secara optimal dengan membentuk tim monitoring IT yang siaga 24 jam guna mengantisipasi lonjakan transaksi pada seluruh channel pembayaran elektronik.

