ICAEW : Pemilu, Ramadan dan Idul Fitri jadi Pilar Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2024
JAKARTA, investortrust.id - Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW) mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2024 sebesar 5,1% (year on year/yoy) didorong oleh konsumsi domestik.
Terutama dengan pengeluaran terkait pemilihan umum (pemilu) di sektor publik, yang juga terbantu oleh transaksi pada bulan Ramadan dan Idulfitri.
ICAEW Head of Indonesia, Conny Siahaan, mengungkap, hasil positif di kuartal I-2024 ini menandai hasil terbaik Indonesia sejak kuartal dua tahun lalu, bahkan melampaui ekspektasi.
Baca Juga
Ada Makan Bergizi dan IKN, Luhut Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI Lewati 5%
“Perekonomian Asia Tenggara masih menunjukkan hasil yang relatif kuat, terutama di Indonesia dibandingkan dengan paruh keempat tahun lalu,” kata Conny dalam keterangan resmi Jumat, (14/6/2024).
Hasil proyeksi pertumbuhan di kuartal I-2024 ini terungkap dalam sebuah riset Oxford Economics yang digagas oleh ICAEW. Pada kuartal I-2024, perekonomian kawasan Asia Tenggara mengalami pertumbuhan yang beragam di masing-masing wilayahnya.
“Vietnam yang pertumbuhan ekonominya menurun dari 6,7% di kuartal keempat 2023 menjadi 5,6%, Indonesia termasuk yang masih bertumbuh positif,” terang dia.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2024 ada di angka 5,1%, sedikit lebih tinggi dari kuartal keempat 2023 yang mencatat angka pertumbuhan di 5%.
Baca Juga
Menkeu: Sektor Pariwisata Bisa Jadi Andalan Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%
Di tahun 2024 ini, pertumbuhan kawasan Asia Tenggara ini didukung oleh peningkatan konsumsi domestik, ditambah dengan permintaan yang lebih kuat di sektor elektronik.
Seperti negara tetangga Singapura, yang juga mengalami pertumbuhan di sisi konsumsi domestik karena kenaikan penjualan ritel, konsumsi rumah tangga di Indonesia juga diperkirakan akan terus meningkat.
Meskipun konsumsi rumah tangga disinyalir akan mengalami kesulitan karena hambatan terkait kebijakan moneter, namun diharapkan konsumsi rumah tangga dapat tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. (CR-5)

