Kebutuhan Uang Tunai Naik 6-8% pada Nataru, Pemilu 2024, dan Idul Fitri
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) menyebut akan menyediakan uang tunai untuk tiga momen besar dalam lima bulan ke depan yakni hari raya Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru), Pemilu 2024, dan Idul Fitri.
“Kami berkoordinasi dengan perbankan untuk siapkan hari ini. Kalau jumlahnya kami hitung 6-8% dari kebutuhan normal,” kata Deputi Gubernur BI, Doni Primanto Joewono saat Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Kantor BI, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2023).
Perhitungan itu didasarkan pada Pemilu 2014 dan Pemilu 2019 yang juga bersamaan dengan momentum Ramadhan dan Idul Fitri.
Doni mengatakan kebutuhan uang saat Pemilu 2024 akan berbarengan dengan Natal dan Tahun Baru, serta Ramadan dan Idul Fitri. Dia menyebut distribusi uang akan dilakukan secepatnya.
“Kami sudah distribusi, kami buka front loading agar tidak crowded,” kata dia.
BI juga memastikan uang tunai rupiah dengan kualitas terjaga juga tersalur ke daerah Terluar, Terdepan, Terpencil (3T) melalui berbagai program seperti Kas Keliling, Kas Titipan, dan Ekspedisi Rupiah Berdaulat.
Sebelumnya, Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri memperkirakan uang beredar pada saat pemilu pada 14 Februari 2024 bisa mencapai Rp2,4 triliun dalam satu hari.
Pasalnya, setiap partai diprediksi bisa mengeluarkan uang hingga Rp240 miliar untuk mengirimkan kader-kader dan pendukungnya ke tempat pemungutan suara (TPS).
Gelaran pemilu pun bisa berdampak positif pada perekonomian dengan angka pertumbuhan ekonomi diperkirakan lebih tinggi dari 4,9% pada kuartal III-2023.
BRI Siapkan Uang Tunai Rp 25,2 Triliun
Sementara itu, untuk mendukung kelancaran Natal dan Tahun Baru 2024, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyiapkan uang kas senilai Rp 25,2 triliun. Uang kas yang disiapkan ini lebih rendah 5% dibanding realisasi tahun lalu yang mencapai Rp 26,5 triliun.
“Uang tersebut akan dialokasikan sebesar Rp 19,8 triliun untuk kebutuhan mesin e-Channel BRI berupa ATM dan CRM, sementara sisanya Rp 5,4 triliun untuk Kantor Cabang BRI,” kata Direktur Jaringan dan Layanan BRI, Andrijanto melalui keterangan resminya.
Andrijanto mengatakan penurunan kebutuhan uang tunai selaras dengan preferensi transaksi nasabah yang bergeser ke transaksi digital atau cashless. Layanan berbasis digital BRI, kata dia, telah memigrasi transaksi yang sebelumnya dilakukan secara konvensional.
“Sekitar 99% telah dilakukan melalui layanan berbasis digital baik e-channel maupun platform digital yang dimiliki BRI. Sisanya, atau 1% transaksi dilakukan secara konvensional di Kantor BRI,” kata dia. (CR-7/Ant)

